kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Dicatut namanya, Luhut tunggu putusan MKD


Senin, 14 Desember 2015 / 14:37 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR kembali melanjutkan persidangan dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto di kasus "papa minta saham".

Kini giliran MKD memanggil Menteri Koordinator Polhukam, Luhut Panjaitan, Senin (14/12).

MKD membutuhkan keterangan Luhut karena namanya paling banyak disebut dalam rekaman pertemuan Setya bersama pengusaha Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Mahroef Sjamsuddin.

Dalam keterangannya, Luhut mengaku keberatan dan terganggu dengan penyebutan namanya dalam dialog tersebut.

Namun, untuk sementara ini Luhut belum bisa mengambil tindakan atas pencatutan namannya oleh Setya dan Riza.

Luhut baru akan menentukan langkah lanjutan setelah ada putusan sidang MKD.

"Kalau MKD sudah memutuskan, baru saya akan mengambil tindakan," ujar Luhut.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menegaskan tidak ingin mengadili orang lain tanpa ada data yang valid.

"Saya punya keyakinan (di masalah polemik saham Freeport) sendiri, jangan didorong-dorong untuk mengomentari atau mengambil tindakan," tandas Luhut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×