kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Diajak berdoa, terpidana mati Mary Jane menangis


Rabu, 04 Maret 2015 / 12:22 WIB
ILUSTRASI. Cara mengatasi dan memperbaiki gagal kirim DM Twitter.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

YOGYAKARTA. Air mata meleleh membasahi pipi Mary Jane Fiesta Veloso (30), terpidana mati kasus narkoba, seiring untaian doa yang mulai dipanjatkan oleh Pastor Bernhard Kieser, Rabu (4/3) pagi.

Pastor dari Gereja St. Antonius Kotabaru ini hadir sebagai saksi dalam lanjutan sidang permohonan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Usai memberikan kesaksian, Kieser meminta izin kepada Hakim Ketua Marliyus MS untuk mengajak Mary Jane berdoa.

Setelah diizinkan, doa pun mulai dipanjatkan oleh Kieser. Keheningan serentak menyelimuti ruangan sidang. Tak pelak, terpidana mati yang duduk tertunduk itu tak mampu menahan air matanya.

"Jadilah kehendak-MU di atas bumi seperti di dalam surga. Berikanlah kami rezeki pada hari ini," ujar Mary terisak mencoba meniru doa "Bapa Kami" yang diucapkan Kieser dalam bahasa Indonesia.

"Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami," ucap Mary Jane lirih sambil terus berurai air mata.

Sesuai jadwal, sidang lanjutan pemeriksaan permohonan PK terpidana mati Mary Jane, hari ini digelar dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. (Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×