kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.743   20,00   0,11%
  • IDX 6.497   -4,78   -0,07%
  • KOMPAS100 845   -2,98   -0,35%
  • LQ45 640   -2,27   -0,35%
  • ISSI 228   -0,14   -0,06%
  • IDX30 358   -1,00   -0,28%
  • IDXHIDIV20 435   -1,66   -0,38%
  • IDX80 96   -0,33   -0,34%
  • IDXV30 121   -0,47   -0,38%
  • IDXQ30 113   -0,25   -0,22%

Destry Andalkan Sinergi Merah Putih untuk Perkuat Kebijakan BI, Ini Penjelasannya


Rabu, 26 Agustus 2026 / 12:10 WIB
Destry Andalkan Sinergi Merah Putih untuk Perkuat Kebijakan BI, Ini Penjelasannya
ILUSTRASI. Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menempatkan sinergi merah putih sebagai salah satu inisiatif strategis dalam visi dan misinya untuk memimpin bank sentral.

Destry mengatakan, sinergi merah putih menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh kebijakan yang akan ia lakukan bila terpilih, terutama dalam tahap implementasi.

"Kami meyakini bahwa keberhasilan Bank Indonesia tidak ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan oleh kemampuan membangun sinergi merah putih bersama seluruh pemangku kepentingan," kata Destry dalam fit and proper test calon Gubernur BI di Komisi XI DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Rekening Botok Jadi Sorotan, Bank Mandiri Diminta Perkuat Komunikasi Krisis

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan diterjemahkan melalui berbagai program nyata yang selaras dengan visi Asta Cita. Program tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan dan energi, hirilisasi dan industrialisasi, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan daerah, ekonomi dan lapangan kerja, serta reformasi politik, hukum dan birokrasi.

Dalam paparannya, Ketahanan Pangan dan Energi mencakup Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID),  gerakan pengendalian inflasi dan pangan sejahtera (GPIPS), Komite Keuangan Berkelanjutan (KKB) dan Kalkulator Hijau.

Hirilisasi dan industrialisasi di antaranya, penguatan koordinasi dengan Danantara dan Kemenperin, percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), dan kajian Growth Diagnostic dengan Bappenas-BPS.

Ekonomi dan lapangan kerja di antaranya, melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), forum Koordinasi Pendalaman Sektor Keuangan (FKPSK), serta melakukan pelatihan UMKM bersama Balai Diklat Pemerintah.

Pembangunan daerah d iantaranya, melakukan reaktivasi Rapat Koordinasi Pusat-Daerah (Rakorpusda), berkoordinasi dengan Tim Percepatan & Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta  literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT).

Sumber daya manusia diantaranya, penugasan SDM BI pada Lembaga Lain, beasiswa Bank Indonesia, dan program Magang Nasional.

Terakhir, reformasi politik, hukim dan birokrasi di antaranya, ekspedisi Rupiah Berdaulat Bersama TNI dan POLRI, sinergi pencegahan Korupsi dan Pencucian Uang Harmonisasi aturan dan sandboxing kebijakan.

Lebih lanjut, Destry menegaskan, sinergi menjadi hal penting dalam menjalankan berbagai kebijakan BI ke depan. Ia menyebut kebijakan yang akan diusungnya akan mengedepankan prinsip 3I dan 1S.

"3I adalah kebijakan kami yang akan kami usahakan impactful, inklusif, dan integrasi, dan semua itu akan bisa tercapai dengan dilakukannya sinergi (1S)," ujarnya.

Baca Juga: Jika Jadi Gubernur BI, Destry Janjikan Penguatan Pengawasan Lalu Lintas Devisa

Ia menjelaskan, sinergi tidak sekadar dimaknai sebagai kerja bersama, tetapi juga bagaimana seluruh pihak dapat menyatukan kekuatan dan saling melengkapi untuk menghasilkan dampak yang lebih besar.

"Sinergi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan mencapai hasil yang lebih baik daripada yang dapat dilakukan jika kita bekerja sendiri," kata Destry.

Destry menilai penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi penting untuk memastikan kebijakan BI dapat memberikan dampak yang luas, inklusif, dan terintegrasi dalam mendukung perekonomian nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×