kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Demokrat minta Jokowi komunikasi dengan SBY


Selasa, 15 November 2016 / 18:08 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengimbau agar Presiden Joko Widodo membuka komunikasi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku presiden sebelumnya agar situasi politik semakin kondusif. Hal itu disampaikan Didik menanggapi komunikasi politik Jokowi yang belakangan dirasa menyudutkan SBY.

"Lebih baik apabila Jokowi lebih responsif dan terus hadir di tengah rakyat, termasuk membangun komunikasi, sinergi, dan harmoni dengan seluruh stakeholder bangsa, tidak terkecuali dengan para presiden terdahulu," kata Didik.

Ia juga berharap, Jokowi tidak melakukan komunikasi politik yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif dan fitnah terhadap kelompok dan tokoh tertentu. Itu agar situasi politik Indonesia tetap kondusif.

Didik mengatakan, alangkah bijaknya jika Jokowi bisa menghargai peninggalan SBY yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia. Sebab, katanya, keberhasilan suatu bangsa tak bisa diklaim sendiri oleh Presiden saat ini.

Menurut dia, capaian yang ditinggalkan presiden-presiden sebelumnya tentu membawa sumbangsih positif bagi jalannya pemerintahan sekarang.

"Pengelolaan bangsa besar ini tidak bisa dijalankan seorang diri oleh Presiden sekarang. Perlu sinergi dan harmoni dengan seluruh stakeholder bangsa, termasuk presiden terdahulu," kata Didik, Selasa (15/11).

Presiden Jokowi melakukan sejumlah kunjungan ke markas pasukan elite TNI dan Polri, organisasi massa Islam, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Pengurus Pusat Muhammadiyah. Jokowi juga mengundang ormas Islam ke Istana Kepresidenan.

Selain itu, Jokowi menghadiri acara Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional. Kunjungan ini dilakukan Jokowi dalam sepekan terakhir. (Rakhmat Nur Hakim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×