kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Demokrat: Jokowi itu manusia biasa, bukan Tuhan


Senin, 18 November 2013 / 19:27 WIB
ILUSTRASI. www.minyak-goreng.id


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wasekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menegaskan, bahwa tidak ada maksud dan upaya untuk menurunkan citra Joko Widodo (Jokowi) terkait kritik yang sering dia tujukan kepada mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Yang saya lakukan adalah kritik konstruktif, membangun, dan bahasa yang saya gunakan tetap santun, selain kritis tidak ada sama sekali men-downgrade Jokowi," kata Ramadhan dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Senin (18/10).

Ramadhan menambahkan, setiap politisi dan pejabat perlu mendapatkan kritik. Oleh karena itu, menjadi hal yang biasa dan wajar untuk diterima Jokowi.

"Kritik itu perlu, juga sehat, sesuai dengan takarannya. Masa politisi-pejabat tidak boleh dikritik, Jokowi kan manusia biasa bukan Tuhan," imbuhnya.

Ketika ditanya apakah pernyataan Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo yang menyebut ada pihak-pihak yang ingin memperburuk citra Jokowi, Ramadhan menyatakan bahwa hal itu hanya sebagai prasangkanya saja.

"Itu prasangka saja, mungkin Jokowi lagi di elus-elus mau di dapuk ke jabatan lebih tinggi lagi. Tapi, apa yang salah dengan kritik? Justru kritik itu ujian bagi kematangannya, kalau tidak boleh dikritik, jangan mimpi jadi presiden," tandas Ramadhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×