kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.617   64,00   0,36%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Demo setahun Jokowi-JK di depan DPR sepi peserta


Selasa, 20 Oktober 2015 / 14:08 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bendera merah putih diusung dengan berjalan kaki oleh belasan orang dari Garda Muda Palapa menuju depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Selasa (20/10).

Mereka langsung berorasi mengenai satu tahun pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla. Tak berlangsung lama, beberapa orang berpakaian hitam turut bergabung dalam orasi tersebut. Mereka yang mengaku dari Front Pribumi ikut berorasi dan bernyanyi.

Pantauan Kompas.com, unjuk rasa tersebut diikuti tak lebih dari 50 orang. Padahal, sebelumnya disebut unjuk rasa akan diikuti oleh 700 sampai 1.000 orang untuk menyuarakan pendapatnya mengenai satu tahun Jokowi-JK di depan Gedung DPR.

Sambil memegang spanduk bertuliskan 'Turunkan Rezim Jokowi-JK', puluhan orang tersebut terus menyuarakan kekecewaanya kepada pemerintahan periode ini.

Salah satu peserta demo dari Garda Muda Palapa mengatakan bahwa DPR tidak melakukan kerjanya dengan baik. Pasalnya, beberapa kewenangan tak digunakan untuk mengawasi pemerintah.

"Patut dipertanyakan tugas dan fungsi DPR. Mereka punya hak interpelasi dan angket, tapi DPR lalai dalam mengawasi kinerja presiden," kata salah satu orator lewat pengeras suara.

Unjuk rasa dilakukan sejak pukul 12.30 WIB. Hingga pukul 13.30 WIB, jumlah pengunjuk rasa pun belum bertambah. (Kahfi Dirga Cahya)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×