kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.069   31,08   0,51%
  • KOMPAS100 792   3,95   0,50%
  • LQ45 601   -1,01   -0,17%
  • ISSI 210   2,88   1,39%
  • IDX30 340   -1,00   -0,29%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,27%
  • IDX80 90   0,30   0,34%
  • IDXV30 115   0,64   0,56%
  • IDXQ30 109   -0,21   -0,19%

Defisit transaksi berjalan diprediksi US$31 miliar


Rabu, 27 November 2013 / 12:22 WIB
ILUSTRASI. Periksa Kurs Dollar-Rupiah di BRI Jelang Tengah Hari Ini, Rabu 13 Juli 2022. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia terus mengalami defisit transaksi berjalan. Bahkan di akhir 2013 ini, pemerintah memprediksi defisit transaksi berjalan akan mencapai US$ 31 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Chatib Basri dalam Investor Gathering Strategi dan Kebijakan Manajemen Utang 2014 di Jakarta, Rabu (27/11).

Sayangnya, Chatib tidak menjelaskan berapa persentase defisit transaksi berjalan dari PDB. Namun, perkiraan defisit total US$ 31 miliar ini melonjak jauh dibanding total defisit di tahun 2012 sebesar US$ 24,42 miliar.

Dengan melakukan perhitungan, di triwulan IV 2013 ini pemerintah menargetkan defisit transaksi berjalan sebesar US$ 6,9 miliar. Seperti diketahui, defisit di triwulan I sebesar US$ 5,9 miliar, triwulan II sebesar US$ 9,9 miliar dan terakhir triwulan III sebesar US$8,4 miliar.

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memang bekerja keras untuk menurunkan defisit ini. Kemarin BI menaikkan kembali BI rate sebesar 25 bps menjadi 7,5% untuk mengecilkan defisit. Sedangkan pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan baru yang akan menggenjot ekspor dan menurunkan impor untuk perbaikan defisit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×