kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Defisit Neraca Transaksi Berjalan akan Melebar Hingga 2025


Sabtu, 09 September 2023 / 16:52 WIB
Defisit Neraca Transaksi Berjalan akan Melebar Hingga 2025
ILUSTRASI. Defisit Neraca Transaksi Berjalan —-Suasana di terminal petikemas pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (20/8).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca transaksi berjalan Indonesia pada tahun 2023 mungkin berbalik defisit. Bahkan, Fitch Ratings memperkirakan defisit transaksi berjalan akan terus melebar hingga tahun 2025.

Dalam laporan edisi September 2023 dikutip pada Sabtu (9/9), lembaga tersebut memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) 2023 sebesar 0,3% produk domestik bruto (PDB).

Baca Juga: Per Akhir Agustus 2023, Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,98% Dibandingkan Juli 2023

Kemudian, CAD akan melebar menjadi 0,9% PDB pada tahun 2024 dan kembali melebar pada tahun 2025 menjadi di kisaran 1,5% PDB.

Penyebab pelebaran CAD selama tiga tahun ke depan adalah harga komoditas yang menurun, sehingga akan mengurangi kinerja neraca perdagangan barang.

Namun, meski CAD berpotensi muncul lagi, Fitch Ratings meyakini Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) akan berpotensi surplus pada tahun 2023 sebesar 1,0% PDB.

Ini seiring dengan potensi masuknya dana asing ke dalam pasar keuangan dalam negeri, setelah pada era pandemi Covid-19 modal asing banyak hengkang dari Indonesia.

Baca Juga: Fitch Sebut Neraca Transaksi Berjalan RI Berpotensi Berbalik Defisit pada Tahun Ini

Hanya, Fitch Ratings tak terlalu optimistis terhadap kondisi NPI ke depan. Pasalnya surplus akan mengecil pada tahun sebleumnya dan bahkan berpotensi berbalik defisit pada tahun 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×