kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Defisit Neraca Transaksi Berjalan akan Melebar Hingga 2025


Sabtu, 09 September 2023 / 16:52 WIB
Defisit Neraca Transaksi Berjalan akan Melebar Hingga 2025
ILUSTRASI. Defisit Neraca Transaksi Berjalan —-Suasana di terminal petikemas pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (20/8).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca transaksi berjalan Indonesia pada tahun 2023 mungkin berbalik defisit. Bahkan, Fitch Ratings memperkirakan defisit transaksi berjalan akan terus melebar hingga tahun 2025.

Dalam laporan edisi September 2023 dikutip pada Sabtu (9/9), lembaga tersebut memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) 2023 sebesar 0,3% produk domestik bruto (PDB).

Baca Juga: Per Akhir Agustus 2023, Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,98% Dibandingkan Juli 2023

Kemudian, CAD akan melebar menjadi 0,9% PDB pada tahun 2024 dan kembali melebar pada tahun 2025 menjadi di kisaran 1,5% PDB.

Penyebab pelebaran CAD selama tiga tahun ke depan adalah harga komoditas yang menurun, sehingga akan mengurangi kinerja neraca perdagangan barang.

Namun, meski CAD berpotensi muncul lagi, Fitch Ratings meyakini Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) akan berpotensi surplus pada tahun 2023 sebesar 1,0% PDB.

Ini seiring dengan potensi masuknya dana asing ke dalam pasar keuangan dalam negeri, setelah pada era pandemi Covid-19 modal asing banyak hengkang dari Indonesia.

Baca Juga: Fitch Sebut Neraca Transaksi Berjalan RI Berpotensi Berbalik Defisit pada Tahun Ini

Hanya, Fitch Ratings tak terlalu optimistis terhadap kondisi NPI ke depan. Pasalnya surplus akan mengecil pada tahun sebleumnya dan bahkan berpotensi berbalik defisit pada tahun 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×