kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

DDTC prediksi penerimaan pajak tahun ini tak capai target


Senin, 13 Mei 2019 / 19:17 WIB
DDTC prediksi penerimaan pajak tahun ini tak capai target


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerimaan negara tahun ini diperkirakan tak sesuai target. Pasalnya penerimaan pajak tahun ini diperkirakan juga tidak mencapai target. Danny Darussalam Tax Center (DDTC) memprediksi penerimaan pajak hanya mencapai Rp 1.450 triliun dari target Rp 1.577 triliun.

Pengamat pajak DDTC Aji Bawono menjelaskan pemerintah saat ini kurang optimal dalam memperluas basis pajak. Untuk itu, dalam mencapai target penerimaan negara pemerintah perlu memperluas basis pajak dan mendorong daya saing Indonesia untuk meningkatkan basis pajak.

"Hal ini misalkan sudah dilakukan melalui pajak Usaha Kecil Menengah (UKM) dan ketentuan Badan Usaha Tetap (BUT)," jelas Aji saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (13/5).

Upaya lain yang bisa dilakukan pemerintah melalui hasil rekapitulasi data transaksi melalui e-commerce. Sayangnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 210 Tahun 2018 tersebut ditarik oleh pemerintah sebelum sempat berlaku pada April lalu. "Sayangnya PMK 210 Nomor 2018 dicabut," imbuh dia.

Selain itu, Aji menjelaskan pemerintah bisa memberikan insentif atau menciptakan kepastian dalam administrasi perpajakan. Upaya ini juga bisa meningkatkan basis pajak.

Sekadar info, penerimaan pendapatan negara dan hibah pada kuartal I-2019 tumbuh melambat. Pada kuartal I-2019 penerimaan hanya tumbuh 4,9% secara tahunan (yoy) lebih rendah dari pertumbuhan kuartal I-2018 yang sebesar 12,6%.

Laju penerimaan perpajakan yang rendah menjadi salah satu penyebab perlambatan tersebut. Hanya tumbuh 6,7% sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya tumbuh 10,3%.

Sementara, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) malah turun 1,4% yoy terhadap periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal I-2018 PNBP tumbuh 22,1% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×