kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Darmawan Prasodjo disebut-sebut bakal jadi wakil dirut PLN, dampingi Rudiantara


Senin, 09 Desember 2019 / 22:13 WIB
Darmawan Prasodjo disebut-sebut bakal jadi wakil dirut PLN, dampingi Rudiantara
ILUSTRASI. Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kepala Staf Kepresidenan, Purbaya Yudhi Sadewa (kiri), Staf Khusus Lambok Nahattands (kedua kiri), Deputi II Bidang Pengelolaan Program Prioritas Yanuar Nugroho (tengah), Deputi I Bidang Monitoring dan Evaluasi

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA.  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan merombak jajaran direksi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dalam waktu dekat.  Rudiantara  disebut-sebut  akan menjadi Direktur Utama PLN, menggantikan Plt Dirut PLN saat ini Sripeni Inten Cahyani.

 Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bahkan juga sudah berani menyebut bahwa Rudiantara akan menjadi Direktur Utama PLN (Persero). Rudiantara bakal mengisi posisi Sofyan Basir yang saat ini masih diisi oleh Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.

Mendampingi Rudiantara, Menteri BUMN Erick Thohir dikabarkan akan menujukkan Wakil Direktur Utama (Wadirut) PLN. Kabar yang sampai ke kontan.co.id, Darmawan Prasodjo akan menduduki jabatan tersebut, mendampingi Rudiantara.

Darmawan saat ini merupakan salah satu Komisaris PLN. Darmawan juga tercatat sebagai Deputi I, Kepala Staf Kepresiden. Kepada KONTAN, Darmawan mengatakan tak mengetahui informasi itu. “Saya banyak ditanya oleh orang-orang.  Saya belum tahu dan dak tahu,” ujarnya kepada kontan.co.id (9/12).

Darwaman menyarankan agar menghubungi Kementerian BUMN untuk mendapatkan informasi terkait itu. “Saya nggak tahu, silakan kontak BUMN,” ujarnya.

Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, perombakan besar-besaran tersebut di PLN bakal dilakukan secepatnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN. Arya juga memastikan, Kementerian BUMN juga akan ada posisi  Wadirut.

Menurut Arya, Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan adanya Wadirut dalam BUMN kelistrikan itu karena banyak proyek besar yang harus dikebut. Antara lain: program pembangunan pembangkit listrik 35.000 mega watt (MW), proyek pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta  pengurangan impor migas untuk sumber tenaga listrik.

Rudiantara, kata Arya tak bisa sendirian di PLN, harus ada patner yakni wadirut untuk bekerjasama.

 


Tag


TERBARU

Close [X]
×