Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara Indonesia menargetkan pembangunan 11 menara tambahan di Makkah, Arab Saudi, dalam dua tahun ke depan. Ekspansi ini menjadi bagian dari investasi properti Indonesia di luar negeri sekaligus upaya memperluas kapasitas akomodasi bagi jemaah haji dan umrah.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyebut investasi tersebut bernilai US$ 500 juta. Menurutnya, pengembangan properti di Makkah juga menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi Indonesia ke pasar internasional.
“Ini adalah investasi senilai US$ 500 juta, dan targetnya dalam dua tahun ke depan kita akan membangun 14 menara lagi di Makkah, yang akan menjadikannya salah satu investasi real estate industri terbesar di mana kita juga dapat menampilkan potensi terbaik Indonesia kepada dunia global,” ujar Pandu dalam pemaparan Danantara Technology, Innovation, and Investment Forum, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Baca Juga: Danantara Bikin Aturan Baru untuk Bos BUMN, Ajudan hingga Patwal Tak Boleh Berlebihan
Pandu juga menyoroti kepemilikan penuh aset sebagai salah satu capaian diplomasi Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi. Ia mengaitkan capaian tersebut adanya upaya Presiden Prabowo Subianto dalam melobi pemerintah Arab Saudi.
“Kita harus berterima kasih kepada Presiden Prabowo, presiden pertama di negara kita yang berhasil melobi pemerintah Arab Saudi sehingga kita menjadi satu-satunya negara yang mampu mencapai hal ini,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Global Business Development, Corporate Finance & Investments Danantara M Suryo Mulyono Tony menjelaskan, pengembangan lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah direncanakan mencakup pembangunan 13 tower hotel dengan sekitar 4.560 kamar. Proyek tersebut juga meliputi satu kawasan mal atau ritel dan satu masjid, dengan kapasitas hotel baru yang ditargetkan mencapai sekitar 18.000 jemaah.
“Pengembangan direncanakan mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan fasilitas pendukung lainnya dalam satu rencana induk terpadu,” ujar Suryo dalam jawaban tertulis kepada KONTAN, Minggu (25/10/2026).
Baca Juga: Danantara Siapkan BUMN Tekstil, Buka Opsi Hidupkan Sritex
Suryo juga mengungkapkan saat ini, aset hotel Danantara yang telah diakuisisi dan beroperasi di kawasan tersebut memiliki 1.461 kamar dan suite dengan kapasitas sekitar 4.400 jemaah. Akuisisi dan serah terima Novotel Thakher Makkah rampung pada 11 Agustus 2026, sedangkan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare diselesaikan pada 18 Oktober 2026.
Suryo mengatakan pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola investasi.
“Pengembangan ini diarahkan untuk meningkatkan pengalaman ibadah jemaah serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi Indonesia,” katanya.
Tahapan berikutnya mencakup penyiapan studi kelayakan, persetujuan, dan dokumen perizinan sesuai kebutuhan setiap tahap. Adapun target pembangunan dan jadwal operasional fasilitas tambahan belum diumumkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














