Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Pemerintah terus mematangkan kesiapan layanan logistik dan fasilitas sanitasi bagi jemaah haji Indonesia di Arafah menjelang puncak ibadah haji 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan penyelenggaraan haji yang ramah lansia dan ramah disabilitas.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama rombongan Amirul Hajj turun langsung meninjau sejumlah fasilitas penting yang berkaitan dengan kebutuhan dasar jemaah selama berada di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
“Hari ini kita memeriksa kesiapan tenda-tenda di Arafah dan Mina, kesiapan makanan, kesiapan toilet, kesiapan klinik-kliniknya kita lihat,” tutur Gus Irafah di Arafah, Makkah, Kamis (22/5/2026).
Dalam peninjauan tersebut, salah satu fokus utama adalah kesiapan gudang penyimpanan makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE) yang nantinya akan dibagikan secara berkala kepada jemaah.
Baca Juga: Wakaf Habib Bugak Untuk Masyarakat Aceh Jadi Inspirasi Program Kampung Haji
Menteri Haji dan Umrah bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengecek langsung stok makanan yang tersimpan di gudang, termasuk lauk khas Nusantara seperti rendang daging.
Penyediaan menu lokal bernutrisi ini diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.
“Namanya gudang ya emang gudang untuk tempat penyimpanan makanan, tapi yang penting tadi saya lihat kebersihannya," jelas Gus Irfan mengomentari kondisi area logistik.
Selain sektor konsumsi, pemerintah juga memberi perhatian khusus pada kesiapan fasilitas sanitasi di Padang Arafah. Rombongan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah toilet darurat guna memastikan fungsi kran air, saluran air, serta kebersihan fasilitas berjalan optimal.
Meski rasio jumlah toilet dinilai belum ideal, pemerintah memastikan seluruh fasilitas yang tersedia tetap dapat dimaksimalkan untuk melayani kebutuhan jemaah, khususnya lansia.
"Toilet tadi saya tanya masih belum, tapi untuk ukuran Arafah ya memang satu banding lima puluh," ungkap Gus Irfan merujuk pada rasio sanitasi yang ada saat ini.
Pemerintah Indonesia juga berupaya meningkatkan kualitas fasilitas toilet melalui koordinasi intensif dengan pemerintah Arab Saudi dan pihak syarikah penyedia layanan haji. Upaya tersebut dilakukan agar kapasitas toilet di Arafah dapat ditambah pada musim haji berikutnya.
Peningkatan layanan publik ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih nyaman, aman, dan manusiawi bagi seluruh jemaah Indonesia.
Baca Juga: Kemenhaj Gerak Cepat Atasi Kekurangan Kapasitas Tenda Jemaah di Arafah
"Kami tadi minta tahun depan kalau masih mau pengin kita pakai, tambahi lagi," kata Gus Irfan memberikan target perbaikan untuk musim haji mendatang.
Rangkaian inspeksi juga mencakup pengecekan area istirahat di tenda Arafah. Menteri Haji dan Umrah, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, serta tokoh masyarakat Yusuf Hamka turut mencoba langsung kasur dan fasilitas di dalam tenda untuk memastikan kenyamanan jemaah.
Langkah evaluasi dan pembenahan fasilitas ini dilakukan guna memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan nyaman selama berada di Armuzna.
"Hari ini dan beberapa hari ke depan teman-teman akan bekerja keras untuk memastikan itu," tutup Gus Irfan menegaskan komitmen tim lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













