kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Danai APBN, Pemerintah Andalkan Greenshoe BNI dan Obligasi Jiwasraya


Jumat, 11 September 2009 / 18:09 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Pemerintah sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mendanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2010. Selain mengandalkan greenshoe PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), pemerintah juga mengandalkan kupon obligasi PT Jiwasraya.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sofyan Djalil, Jumat (11/09).

Soal greenshoe BNI, Sofyan mengatakan bisa dicairkan sewaktu-waktu apabila negara membutuhkan uang. Karena uang tersebut merupakan divestasi pemerintah. Sofyan melanjutkan, green shoe BNI akan dilakukan karena harga saham BNI di atas level Rp 2.050. "Kalau harga sudah di atas harga IPO, tinggal menunggu waktu saja," ujar Sofyan.

Sofyan bilang akan menghitung lebih lanjut berapa pelepasan dana greenshoe untuk menutupi kebutuhan APBN 2010. Selain itu juga, Sofyan mengatakan sedang mengkaji apabila pelepasan tersebut membutuhkan mitra strategis sebagai investor.

Sementara itu soal penerbitan kupon obligasi, Sofyan bilang sudah ada pembicaraan dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan hal itu sudah mendapat persetujuan. "Akan kita masukkan ke dalam APBN-P 2010," imbuh Sofyan.

Rencana Jiwasraya untuk menerbitkan kupon obligasi itu untuk memenuhi persyaratan dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam-LK). Berdasarkan aturan dari Bapepam, perusahaan jiwasraya harus memenuhi risk base capital sebesar 120%. "Saat ini mereka masih belum mampu," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×