kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.520   20,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dana revitalisasi industri gula kurang


Selasa, 07 September 2010 / 11:34 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Perindustrian mengeluhkan anggaran bagi program revitalisasi industri gula. Sebab, anggaran revitalisasi industri ini masih kurang.

Tahun ini, Kementerian Perindustrian membutuhkan dana sebesar Rp 32,9 miliar untuk revitalisasi industri gula. Ternyata, anggaran yang tersedia hanya Rp 24,1 miliar. Alhasil, ada kekurangan dana sekitar Rp 8,8 miliar.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat berjanji menekan defisit anggaran tersebut. "Sebab, kami akan melakukan verifikasi juga," tandas Hidayat, kemarin (6/9).

Defisit anggaran ini terjadi karena dana yang diajukan oleh perusahaan yang mengikuti program revitalisasi ini sangat besar. Totalnya sebesar Rp 397, 3 miliar.

Kendati dananya kurang, Hidayat memastikan, program revitalisasi akan terus dilakukan ke semua industri gula. Sebab, dia menilai pogram yang sudah berjalan menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.

Pada 2009 lalu, ada 30 perusahaan yang ikut revitalisasi. Dari hasilnya, ini bisa meningkatkan kapasitas eksklusif sebesar 1,52%. Selain itu, juga meningkatkan efektifitas giling 1,2% dan efisiensi energi uap 0,09%.

Tahun ini, pemerintah menargetkan 18 perusahaan. Namun hingga saat ini baru ada tujuh yang terdaftar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×