kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Dana pensiunan beratkan APBN


Minggu, 06 Februari 2011 / 21:45 WIB
ILUSTRASI. Foto aerial Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu


Reporter: Bambang Rakhmanto |

JAKARTA. Pemerintah merasa semakin terbebani oleh terus bertambahnya pensiunan. Pasalnya, anggaran pemerintah untuk membayar tunjangan purna pegawai tersebut semakin berat.

"Bertambahnya pensiunan membebani APBN," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro. Menurutnya, idealnya uang pensiun tidak hanya dibebankan kepada pemerintah. “Harusnya sari dua pihak yaitu pemerintah dan yang membayarkan pensiun,” tuturnya, akhir pekan lalu.

Untuk mengantisipasi beban yang bertambah berat, BKF sedang mengkaji skema baru bagi para pensiunan. Sayang, ia masih belum menjelaskan secara rinci skenario pembayaran pensiunan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×