kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.774   34,00   0,20%
  • IDX 8.805   56,71   0,65%
  • KOMPAS100 1.211   6,32   0,52%
  • LQ45 855   3,13   0,37%
  • ISSI 318   3,01   0,96%
  • IDX30 440   1,23   0,28%
  • IDXHIDIV20 513   2,26   0,44%
  • IDX80 135   0,79   0,59%
  • IDXV30 141   0,81   0,58%
  • IDXQ30 141   0,59   0,42%

Dana insentif pendidikan untuk daerah harus jelas


Jumat, 20 Agustus 2010 / 00:09 WIB


Reporter: Gloria Natalia | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Dalam RAPBN 2011, pemerintah berencana untuk menggelontorkan dana sebesar Rp 1,3 triliun sebagai insentif penunjang pendidikan di daerah-daerah. Tentu saja penerima insentif harus memenuhi syarat yang nantinya tertuang dalam peraturan menteri keuangan.

Tapi David Sumual pengamat ekonomi dari BCA mempertanyakan besarnya anggaran insentif daerah ini. Menurutnya, pemerintah harus punya ukuran-ukuran jelas bagi daerah-daerah penerima dana “Pemerintah harus merencanakan dulu, tidak sekadar bagi uang. Ini untuk apa? Harus dipikirkan lagi untuk bersifat jangka menengah,” katanya kepada KONTAN, (19/9).

Selain itu, David minta pemerintah memikirkan porsi daerah penerima dana insentif. Karena, menurutnya, tidak semua daerah memiliki kebutuhan yang sama.

“Apa dana itu efektif untuk pulau Jawa dan luar pulau Jawa? Jangan-jangan bagi daerah di Pulau Jawa insentif terlalu kecil untuk daerahnya. Lantas, bagaimana dengan daerah tertinggal?” tanya David. Menurut David, solusinya pemerintah harus segera mengevaluasi kriteria daerah penerima dana dan mekanisme penjatahan yang adil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×