kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dampak normalisasi Waduk Pluit mulai dirasakan


Senin, 13 Januari 2014 / 13:24 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah tenaga kesehatan memeriksa kesehatan sebelum menerima vaksin Booster dosis kedua di Rumah Sakit Umum Daerah Matraman, Jakarta,


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dampak normalisasi di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, sudah bisa dirasakan oleh warga Pluit dan Muara Baru. Meski hujan deras mengguyur Jakarta dalam beberapa hari terakhir, ketinggian air di Waduk Pluit masih normal minus 155 cm. Batas normalnya adalah minus 195 cm.

"Masih aman sekarang, 5 pompa yang beroperasi dari 7 pompa," ujar operator rumah pompa Waduk Pluit, Joko, Senin (13/1/2014).

Joko mengatakan, normalisasi waduk telah membuat dasar waduk semakin dalam sehingga mampu menampung air lebih banyak. Kedalaman waduk di sisi barat sudah mencapai kedalaman 12 meter, sedangkan di sisi timur masih dalam proses agar mencapai 12 meter. Ia menilai bahwa banjir di kawasan tersebut terjadi karena normalisasi belum selesai sepenuhnya dan masih terus berjalan.

"Belum bisa dibilang berhasil soalnya belum kelar juga proses normalisasi. Kita juga enggak boleh mendahului alam," ujarnya.

Pada Januari tahun lalu, kawasan di sekitar Waduk Pluit mengalami banjir besar hingga sedalam 2 meter. Kejadian itu mendorong Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menormalisasi Waduk Pluit dengan memindahkan warga yang tinggal di bangunan-bangunan ilegal di kawasan waduk. (Dian Fath Risalah El Anshari)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×