kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Daftar proyek dalam blue book capai US$ 38 miliar


Rabu, 01 Juli 2015 / 20:59 WIB
Daftar proyek dalam blue book capai US$ 38 miliar


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah segera meluncurkan daftar proyek yang dibiayai pinjaman luar negeri. Daftar rencana pinjaman dan hibah luar negeri atau dikenal dengan istilah blue book, sekarang tahap finalisasi.

Namun, pemerintah masih perlu melakukan sejumlah persiapan sebelum daftar proyek diluncurkan. Persiapan itu antara lain untuk memastikan adanya dana preparation yang diperlukan dalam setiap proyeknya.

Menteri Koordinator bidang perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, dana tersebut diperlukan agar pinjaman bisa turun. "Persiapan itu termasuk studi awal, studi lingkungan, dan detail engeenering," ujar Sofyan.

Sofyan juga mengatakan, nilai proyek yang masuk dalam daftar blue book mencapai US$ 38 miliar. Proyek-proyek itu akan dikerjakan dalam waktu lima tahun ke depan secara multiyears.

Blue book ini nantinya akan mencakup proyek yang didanai bersama dengan swasta, atau Public Private Partnership (PPP), maupun poyek yang didanai dengan skema direct landing. Dari total 60-an proyek blue book, 31 diantaranya merupakan proyek PPP, sisanya proyek direct landing.

Proyek direct landing yaitu yang mendapatkan pinjaman langsung dari lembaga donor, tanpa melalui pemerintah. Pinjaman itu bisa saja berasal dari berbagai lembaga keuangan internasional seperti World Bank, Asian Development Bank (ADB), maupun Asian Infrastructur Investment Bank (AIIB).

Namun, biasanya proyek yang masuk dalam kriteria direct landing memiliki bunga yang relatif tinggi. Oleh karenanya, untuk proyek-proyek ini harus mendapatkan penjaminan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/kepala Bappenas ANdrinof Chaniago bilang, semua proyek akan ditawarkan. Jadi, tidak ada spesifikasi sebuah lembaga keuangan mengerjakan proyek tertentu.

Rencananya tahap persiapan ini ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu ke depan. Setelah itu selesai, maka proyek-proyek tersebut akan diluncurkan. Jadi, bisa saja nilai proyeknya lebih rendah dari US$ 38 miliar.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×