kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Curhat Menteri Luhut Pandjaitan di medsos: setiap tindakan pasti ada konsekuensinya


Kamis, 09 April 2020 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Luhut Binsar Pandjaitan


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Pratama Guitarra

"Mengapa kita malah terus-terusan mencari perbedaan, tanpa sedikitpun berpikir persatuan? Momen seperti ini membuat saya rindu kepada almarhum Gus Dur yang semangat positifnya selalu menginspirasi setiap langkah saya menjalani hidup sebagai pejabat negara," kata Luhut.

Dari Gus Dur Luhut banyak belajar, bahwa perbedaan dan kritik pasti ada dan tidak bisa dihilangkan, karena perbedaan itu lahir bersama kita. Wejangan Gus Dur inilah yang membuat Luhut selalu berprinsip bahwa persaudaraan antar anak bangsa harus kita kedepankan.

Baca Juga: PSBB berlaku esok, simak skema pembatasan trasportasi di Jakarta

Selanjutnya, Luhut menyebut, bahwa Bangsa Indonesia saat ini sedang berada dalam situasi pandemi. Semua pihak sedang bergerak bersama mencari solusi untuk mempercepat penanganan Covid-19 untuk memastikan keselamatan dan kesehatan semua warga negara Indonesia. Bagi Luhut, ini adalah misi, dan tetap, sebuah misi harus dituntaskan dengan baik.

"Namun saya sungguh menyayangkan tindakan dan ucapan beberapa pihak yang tega menjadikan situasi seperti ini untuk memperkeruh keadaan dengan melakukan serangan-serangan yang tak berdasar dan malah mengarah ke personal atau pribadi orang lain. Bukan lagi kritik yang berorientasi pada pemecahan masalah dan mencari solusi bagi keselamatan negeri tercinta kita," tegasnya.

Baca Juga: Said Didu tak minta maaf, Luhut Panjaitan akan tuntut di Jalur hukum

Yang jelas, kata Luhut, ia tidak pernah punya keinginan untuk membungkam kritik, karena baginya, kritik adalah motivasi terbesar sebagai pejabat negara dalam merumuskan kebijakan yang bermanfaat. Bukan hanya bagi generasi saat ini, tetapi juga generasi anak dan cucu kita di kemudian hari.

BERIKUTNYA>>>




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×