kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Cukupkah cadangan devisa Indonesia?


Selasa, 10 September 2013 / 15:09 WIB
ILUSTRASI. Harga emas batangan Antam masih bisa kembali naik ke atas Rp 1 juta. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) sudah mengumumkan cadangan devisa (cadev) Indonesia per akhir Agustus 2013 senilai US$ 92,99 miliar. Ada yang  bilang jumlah itu dirasa kurang, tetapi ada juga yang bilang angka tersebut sudah cukup.

Fauzi Ichsan, Kepala Ekonom Bank Standard Chartered mengatakan, jumlah cadangan devisa itu bisa dibilang cukup asalkan, eksportir dan pemilik dollar Amerika Serikat AS) mau melepas dolarnya. Karena, jumlah cadev tersebut dapat berkurang jika BI melepas dolarnya sewaktu-waktu.

"Kuncinya pemilik dollar seperti eksportir mau menjual dolarnya. Mau setinggi apapun cadev kalau pemilik dollar tak mau melepas, maka kurang," ujar Fauzi saat Seminar Update Perekonomian di Hotel Shangrila, Selasa (10/9).

Menurut Fauzi, keadaan saat ini, permintaan dolar AS lebih besar dibanding suplainya. Dia menyarankan, pemerintah memberi insentif kepada eksportir agar melepas dolarnya yang banyak diparkir di Singapura.

Sebelumnya, Enny Sri Hartati, Direktur Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai, jika dilihat ke belakang sangat jarang cadangan devisa Indonesia ada di bawah angka US$ 100 miliar. "Idealnya angka cadev itu enam kali lebih besar dari kebutuhan impor," ujar Enny.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia mengumumkan, cadangan devisa akhir Agustus 2013 sebesar US$ 92,99 miliar setara dengan 5 bulan impor, dan pembayaran utang luar negeri. Namun jika dibandingkan impor saja, maka dana itu mencukupi untuk 5,2 bulan impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×