kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.065   65,00   0,36%
  • IDX 5.734   -206,81   -3,48%
  • KOMPAS100 757   -28,35   -3,61%
  • LQ45 570   -18,92   -3,21%
  • ISSI 199   -6,89   -3,34%
  • IDX30 323   -10,54   -3,16%
  • IDXHIDIV20 402   -10,51   -2,55%
  • IDX80 86   -3,16   -3,56%
  • IDXV30 110   -3,44   -3,03%
  • IDXQ30 105   -3,15   -2,92%

CT: Kenaikan harga elpiji sumbang 0,1% inflasi


Rabu, 10 September 2014 / 16:39 WIB
ILUSTRASI. BMKG Mencatat Gempa Magnitudo 4,5 di Enggano


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung menilai, kenaikan harga jual elpiji 12 kilogram tak akan berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Apalagi PT Pertamina hanya menaikan harga jualnya sebesar Rp 1.500 per kg mulai hari ini.

Dengan kenaikan itu, maka hingga akhir tahun dampak terhadap laju inflasi hanya bertambah sebesar 0,1%. Apalagi berdasarkan perkiraan Bank Indonesia, setiap kenaikan harga elpiji 12 kg Rp 1.000 per kg, hanya menambah inflasi 0,06%.

Sementara itu ekonom Bank Tabungan Negara (BTN) A. Prasetyantoko mengatakan, walau ada kenaikan harga elpiji, namun realisasi laju inflasi tahun 2014 akan di bawah proyeksi pemerintah yang sebesar 5,3% hingga akhir tahun.

Meskipun, ada kenaikan harga listrik pada bulan September, Prasetyantoko memperkirakan laju inflasi masih di bawah 5%. "Kami memperkirakan inflasi hanya 4,9%," katanya, Rabu (10/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×