kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

CT: Indonesia, "gadis cantik" yang perlu dandan


Jumat, 20 Juni 2014 / 09:28 WIB
ILUSTRASI. Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). Ada Intervensi Australia, Cek Rekomendasi Saham Batubara: ADRO, BUMI, ITMG dan PTBA.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Indonesia, menurut Chairul Tanjung, sepergi gadis cantik yang masih membutuhkan dandanan. Agar ada investor yang meminangnya, maka gadis cantik itu harus menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruknya. 

Menko Bidang Perkonomian itu mengibaratkan Indonesia bagai gadis cantik yang siap dipinang oleh para investor. Namun, lantaran masih banyak kekurangan di sana-sini, maka perlu dibenahi.

“Indonesia ini ibaratnya seperti gadis cantik yang semua orang ingin menikahinya. Nah, tetapi kadang gadis cantik ini masih punya kebiasaan buruk. Sehingga orang mikir-mikir mau ngawinin dia enggak. Nah, kalau kebiasaan buruk ini kita hilangkan, pasti semua orang mau kawin dengan gadis cantik ini,” katanya kepada wartawan di kantornya, di Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Menurut CT, kebiasaan buruk Indonesia itu antara lain proses perizinan usaha. Ia mengatakan, jika urusan perizinan bisa dipersingkat, tentu hal tersebut akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

CT, mengutip laporan dari Kepala BKPM Mahendra Siregar, mengatakan, BKPM akan mempersingkat proses perizinan dengan jalan salah satunya mendigitalisasi perizinan investasi.

“Sekarang sudah dalam proses akan final. Itu nanti pengurusan perizinan di BKPM semua online. Tidak akan lagi ketemu muka. Jadi, dengan begitu, diharapkan tidak akan ada lagi permasalahan yang dihadapi dalam proses perizinan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dia bahkan bilang, nantinya akan ada rapat koordinasi dengan Kemendagri dan sejumlah pejabat daerah.

“Kementerian, pemerintah pusat, pemerintah daerah, semua adalah government of Republic Indonesia. Tidak boleh ada suara berbeda, suara harus sama, apalagi di hadapan pihak asing,” katanya.

Kamis siang, CT menerima kunjungan dari International Chambers (Kadin Internasional), di antaranya dari Amerika Serikat, Korea, dan Australia. Adapun yang hadir antara lain Dubes Amerika Serikat yaitu Robert Blake, Australia Chambers yaitu Peter Fanning, dan Korean Chambers yakni Kang Hyun Lee.

CT mengatakan, mereka menyampaikan keluhan atas hambatan investasi di Indonesia, seperti soal kepastian hukum dan proses perizinan. Selain itu, mereka juga banyak membahas soal ketenagakerjaan di Indonesia.

“Filosofisnya tadi saya sampaikan permasalahan yang mereka hadapi sama dengan yang dihadapi pengusaha Indonesia, bahkan BUMN juga. Permasalahan itu bukan hanya spesifik untuk foreign investor. Karenanya, pemerintah sedang berupaya untuk menyelesaikan permasalahan secara sistemik, karena kalau case by case, permasalahan akan terjadi lagi,” kata CT. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×