kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

CORE: Wabah corona berpotensi tingkatkan angka pengangguran dan kemiskinan


Senin, 30 Maret 2020 / 12:36 WIB
ILUSTRASI. Warga beraktivitas di depan Pasar Tanah Abang Blok F yang tutup di Jakarta, Jumat (27/3/2020). CORE menyebut adanya Wabah corona berpotensi tingkatkan angka pengangguran dan kemiskinan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Tak hanya itu, ini juga perlu diimbangi dengan kebijakan untuk menjamin kelancaran pasokan dan distribusi barang, khususnya pangan.

Pasalnya, di tengah kondisi ini potensi panic buying dan penimbunan sangat besar sehingga pengamanan aspek distribusi dirasa perlu untuk diperketat.

Baca Juga: Dampak corona, Sona Topas (SONA) tutup toko di Bali

Penyaluran BLT inipun perlu diikuti dengan ketepatan data penerima bantuan dan perbaikan mekanisme dan kelembagaan dalam penyaluran. Ini berangkat dari pengalaman sebelumnya dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) yang belum terdistribusi secara merata bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Koordinasi untuk validitas data sampai dengan level kecamatan perlu dilakukan baik di tingkat pusat maupun daerah agar tujuan BLT untuk menjaga daya beli masyarakat bisa tercapai," tandas CORE.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×