kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

CORE: Wabah corona berpotensi tingkatkan angka pengangguran dan kemiskinan


Senin, 30 Maret 2020 / 12:36 WIB
CORE: Wabah corona berpotensi tingkatkan angka pengangguran dan kemiskinan
ILUSTRASI. Warga beraktivitas di depan Pasar Tanah Abang Blok F yang tutup di Jakarta, Jumat (27/3/2020). CORE menyebut adanya Wabah corona berpotensi tingkatkan angka pengangguran dan kemiskinan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Tak hanya itu, ini juga perlu diimbangi dengan kebijakan untuk menjamin kelancaran pasokan dan distribusi barang, khususnya pangan.

Pasalnya, di tengah kondisi ini potensi panic buying dan penimbunan sangat besar sehingga pengamanan aspek distribusi dirasa perlu untuk diperketat.

Baca Juga: Dampak corona, Sona Topas (SONA) tutup toko di Bali

Penyaluran BLT inipun perlu diikuti dengan ketepatan data penerima bantuan dan perbaikan mekanisme dan kelembagaan dalam penyaluran. Ini berangkat dari pengalaman sebelumnya dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) yang belum terdistribusi secara merata bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Koordinasi untuk validitas data sampai dengan level kecamatan perlu dilakukan baik di tingkat pusat maupun daerah agar tujuan BLT untuk menjaga daya beli masyarakat bisa tercapai," tandas CORE.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×