kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Chatib yakin Oktober akan ada deflasi


Kamis, 08 Agustus 2013 / 12:45 WIB
ILUSTRASI. BPJPH telah menetapkan label Halal Indonesia yang baru dan berlaku secara nasional.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Tingginya inflasi di bulan Juli lalu mendatangkan kekhawatiran bagi sebagian ekonom. Tapi Menteri Keuangan (Menkeu) Muhammad Chatib Basri yakin pada bulan Oktober mendatang akan terjadi deflasi. Pasalnya, pada waktu itu, harga-harga akan turun karena pasokan persediaan kebutuhan pokok sudah tercukupi.

"Saya berharap kalau nanti makanan impornya sudah datang, itu bisa terjadi deflasi pada bulan Oktober," ujar Chatib usai bersilaturahim dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Kamis (8/8).

Namun, pasca Lebaran, atau pada akhir Agustus ini, Chatib memprediksi tingkat inflasi masih tinggi. Barulah pada bulan September nanti, angka inflasi diharapkan sudah berada di angka normal atau sekitar 1% ke bawah. "Kalau angka inflasi bulan Agustus masih tinggi, tapi tidak setinggi bulan Juli lalu," tambahnya.

Tingginya angka inflasi pada bulan Juli yakni 3,29% membuat target inflasi pemerintah dalam APBN-P 2012 yakni 7,2% akan terlampaui. Kemungkinan pada akhir tahun inflasi tahunan bisa mencapai 8%.

"Target inflasi 7,2% memang susah tercapai, tapi kita coba untuk deviasinya tidak terlalu jauh yah. Memang 7,2%% itu susah untuk tercapai karena kemarin bulan Juli inflasi terutama dari pangan cukup tinggi," kata Chatib.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×