kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.711   30,00   0,17%
  • IDX 6.483   -51,96   -0,80%
  • KOMPAS100 859   -7,22   -0,83%
  • LQ45 654   -5,01   -0,76%
  • ISSI 224   -1,41   -0,63%
  • IDX30 363   -3,17   -0,86%
  • IDXHIDIV20 453   -5,22   -1,14%
  • IDX80 98   -0,82   -0,82%
  • IDXV30 125   -1,21   -0,96%
  • IDXQ30 117   -0,92   -0,78%

Chatib Basri ramal defisit fiskal bisa membengkak hingga 8% dari PDB


Minggu, 05 Juli 2020 / 16:43 WIB
ILUSTRASI. Mantan Menkeu Chatib Basri


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 masih membelenggu Indonesia. Pandemi ini pun membuat pemerintah kembali merevisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari 5,07% terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 6,34% PDB.

Melihat perkembangan terkini, Menteri Keuangan periode 2013-2015 Muhammad Chatib Basri memprediksi kalau defisit fiskal bahkan bisa membengkak di kisaran 7% hingga 8% terhdap PDB di akhir tahun.

Baca Juga: Menakar sentimen rencana pengembalian pengawasan bank ke BI pada saham bank

"Makanya, dalam kondisi ini, yang dibutuhkan adalah financing, extra budgetary support. Kita butuh sumber pembiayaan," jelas Chatib dalam webinar yang diadakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Banking School (IBS), Jumat (3/7).

Chatib memberikan imbauan terkait sumber pendanaan yang bisa dimanfaatkan pemerintah untuk menutup defisit fiskal. Pertama, dengan semakin mempertajam realokasi budget dengan membuat prioritas anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) yang memang harus didahulukan.

Ia mengambil contoh dari sisi infrastruktur. Menurutnya, pemerintah bisa mempertimbangkan untuk pembangunan infrastruktur ditunda di tahun depan. Sementara di tahun ini, pemerintah bisa mengurangi anggaran pembangunan dan  mengalihkannya untuk maintenance saja.

Baca Juga: Ramalan Chatib Basri: Bakal muncul masalah baru di 2021

"Lalu juga pembelian barang-barang capital expenditure, perjalanan dinas K/L yang memang sekiranya bisa di cut, silakan di cut. Tapi saya yakin sekarang bu Sri Mulyani sudah memotong itu," tambahnya.




TERBARU

[X]
×