kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Chatib: Ada harapan isu debt ceiling bisa teratasi


Rabu, 16 Oktober 2013 / 20:06 WIB
ILUSTRASI. Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2022 kembali dihelat mulai 9 Juni-17 Juli 2022. KONTAN/Ratih Waseso


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Masyarakat dunia sedang was-was menanti hasil akhir persoalan kenaikan pagu utang (debt ceiling) Amerika Serikat (AS) agar terhindar dari ancaman default alias gagal bayar. Menteri Keuangan Chatib Basri menilai persoalan ini punya harapan dapat terselesaikan.

"Karena kompromi-kompromi mulai dilakukan," ujar Chatib di Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (16/10).

Chatib menjelaskan memang tidak ada yang bisa memastikan persoalan ini akan berujung positif. Namun, sudah ada progres yang dilakukan mengenai penyelesaiannya.

Untuk dampaknya terhadap Indonesia sendiri, Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini mengatakan selama tiga hari terakhir market sudah relatif tenang. Rupiah sudah menguat di level batas bawah 10.900 hingga batas atas 11.200. Imbal hasil (yield) pun sudah di level 7,96%.

"Ini artinya market sudah menyesuaikan bahwa isu debt ceiling ini sudah diangkat," lanjutnya.

Sebagai informasi, besok (17/10) adalah tenggat waktu bagi AS untuk menaikkan pagu utangnya. Apabila tidak dinaikkan, maka utang pemerintah AS akan terancam gagal bayar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×