kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Cerita Anas yang mengaku tak kenal Djoko Susilo


Jumat, 15 Maret 2013 / 16:35 WIB
ILUSTRASI. PT PLN (Persero)


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah kenal dengan mantan kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo.

Hal tersebut diungkapkannya seusai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM dengan tersangka Djoko Susilo .

“Yang saya kenal pak Djoko Suyanto, Djoko Ujianto, Joko Widodo, Djoko Susilo saya tak kenal, tapi tahu,” kata Anas saat ditemui di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (15/3).

Tak hanya membantah mengenal Irjen Djoko Susilo, Anas menegaskan dirinya tidak pernah melakukan pertemuan dengan Irjen Djoko, AKBP Tedy Rusmawan, Nazaruddin dan Saan Mustofa.

Menurutnya, pemberitaan yang sempat menyebutnya turut hadir dalam pertemuan di Hotel Dharwangsa dan rumah makan King Crab hanya fitnah.

“Pertanyaan ini tadi ada, dijawab tak pernah ada pertemuan, apalagi ada ‘kepitingnya’,” tegasnya.

Sementara dalam pemeriksaannya kali ini, Anas mengaku dirinya tidak dipertemukan atau dikonfrontir dengan Irjen Djoko.

Kata dia, sesuai sholat Jumat, ia hanya bertemu dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Iqhaq.

Seperti diketahui dalam kasus ini, sebagai ketua fraksi Partai Demokrat, Anas diduga mengetahui pengurusan anggaran proyek simulator. Sebelumnya KPK juga telah meminta keterangan 4 politikus Senayan dari komisi hukum DPR.

Mereka adalah Aziz Syamsuddin (Golkar), Bambang Soesatyo (Golkar), Herman Herry (PDIP) Benny K Harman (Demokrat) dan Dasrul Djabbar (Demokrat).

Penyidik KPK menengarai, adanya keterlibatan sejumlah politisi dalam pembahasan anggaran proyek simulator. Namun mereka  membantah kalau anggaran tersebut tidak pernah dibahas di komisi hukum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×