kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Cegah penyebaran corona, Jokowi minta daerah tak berlebihan tangani pemudik


Senin, 30 Maret 2020 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Jokowi minta daerah tak berlebihan tangani pemudik dalam mencegah penyebaran corona. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah tak berlebihan dalam menangani pemudik. Akibat penyebaran virus corona (Covid-19) dan status tanggap darurat membuat banyak masyarakat memilih mudik lebih awal. 

Mengingat pemudik berasal dari wilayah dengan penularan tinggi, Jokowi minta pemerintah daerah lakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Jokowi minta percepat bansos untuk pekerja informal hingga pedagang asongan

"Jangan sampai menimbulkan langkah-langkah penyaringan yang berlebihan bagi pemudik yang terlanjur," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Bogor, Senin (30/3).

Meski begitu Jokowi meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan. Beberapa daerah disampaikan Jokowi telah menerapkan protokol kesehatan hingga ke desa. "Pengawasan di wilayah masing-masing sangat penting sekali," terang Jokowi.

Hingga saat ini masih banyak masyarakat di Jabodetabek memutuskan untuk mudik lebih awal. Kondisi tanggap darurat di sejumlah wilayah membuat pendapatan bagi pekerja di sektor informal dan buruh harian menurun.

Baca Juga: Kereta Bandara Soekarno-Hatta kurangi jadwal operasional akibat wabah virus corona

Jokowi bilang dalam 8 hari terakhir ada 876 armada bus yang membawa sekitar 14.000 orang ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Angka tersebut belum ditambah dengan penggunaan kereta api, kapal, pesawat, dan mobil pribadi.

Pergerakan mudik dini ini mengingat belum adanya aturan jelas mengenai larangan mobilisasi orang. Hingga saat ini larangan mudik masih sebatas pada imbauan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×