kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.950   -92,00   -0,51%
  • IDX 6.357   37,15   0,59%
  • KOMPAS100 835   3,58   0,43%
  • LQ45 634   -0,97   -0,15%
  • ISSI 220   2,56   1,18%
  • IDX30 356   -0,98   -0,28%
  • IDXHIDIV20 435   -3,67   -0,84%
  • IDX80 95   0,26   0,27%
  • IDXV30 120   -0,59   -0,49%
  • IDXQ30 113   -0,48   -0,42%

Cegah penyebaran corona, Jokowi minta daerah tak berlebihan tangani pemudik


Senin, 30 Maret 2020 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Jokowi minta daerah tak berlebihan tangani pemudik dalam mencegah penyebaran corona. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah tak berlebihan dalam menangani pemudik. Akibat penyebaran virus corona (Covid-19) dan status tanggap darurat membuat banyak masyarakat memilih mudik lebih awal. 

Mengingat pemudik berasal dari wilayah dengan penularan tinggi, Jokowi minta pemerintah daerah lakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Jokowi minta percepat bansos untuk pekerja informal hingga pedagang asongan

"Jangan sampai menimbulkan langkah-langkah penyaringan yang berlebihan bagi pemudik yang terlanjur," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Bogor, Senin (30/3).

Meski begitu Jokowi meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan. Beberapa daerah disampaikan Jokowi telah menerapkan protokol kesehatan hingga ke desa. "Pengawasan di wilayah masing-masing sangat penting sekali," terang Jokowi.

Hingga saat ini masih banyak masyarakat di Jabodetabek memutuskan untuk mudik lebih awal. Kondisi tanggap darurat di sejumlah wilayah membuat pendapatan bagi pekerja di sektor informal dan buruh harian menurun.

Baca Juga: Kereta Bandara Soekarno-Hatta kurangi jadwal operasional akibat wabah virus corona

Jokowi bilang dalam 8 hari terakhir ada 876 armada bus yang membawa sekitar 14.000 orang ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Angka tersebut belum ditambah dengan penggunaan kereta api, kapal, pesawat, dan mobil pribadi.

Pergerakan mudik dini ini mengingat belum adanya aturan jelas mengenai larangan mobilisasi orang. Hingga saat ini larangan mudik masih sebatas pada imbauan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×