Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Menjelang keberangkatan menuju Makkah, sejumlah jemaah haji Indonesia mulai memanfaatkan layanan kargo untuk mengirim barang dan oleh-oleh ke tanah air lebih awal. Langkah ini dilakukan guna mengurangi beban bawaan saat perjalanan serta memungkinkan jemaah lebih fokus dalam menjalankan ibadah haji.
Petugas Kargo Haji Pos Indonesia, Abdul Ghani, menjelaskan bahwa layanan ini telah berjalan sejak 2024 dan kini memasuki tahun ketiga operasionalnya. Layanan tersebut ditujukan bagi seluruh jemaah haji Indonesia dari Sabang hingga Merauke, dengan tarif rata-rata 23 riyal atau sekitar Rp105.000 per kilogram dan estimasi waktu pengiriman antara 7 hingga 14 hari.
Abdul Ghani mengungkapkan bahwa respons jemaah terhadap layanan ini sangat positif. Banyak jemaah bahkan menilai layanan kargo ini seharusnya sudah tersedia sejak lama.
“Terus terang aja ini kita pelayanan ini mulai tahun 2024. Jadi ini tahun ketiga. Dan alhamdulillah respon dari masyarakat Indonesia, respon dari jemaah haji ini alhamdulillah. Rata-rata mereka itu menyampaikan kok nggak dari dulu ada seperti ini,” ungkapnya kepada awak media, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga: Transformasi Layanan Haji: Makkah Route Juanda Permudah Proses Keberangkatan Jemaah
Dari sisi operasional, proses pengemasan dilakukan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh jemaah. Selain itu, setiap pengiriman juga dilengkapi dengan asuransi untuk memastikan keamanan barang sesuai dengan yang diserahkan.
Abdul Ghani menambahkan bahwa tarif layanan relatif seragam di hampir seluruh wilayah Indonesia. Penyesuaian hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti adanya jalur penerbangan ganda. Ia juga memastikan bahwa barang kiriman akan diantar langsung hingga ke alamat tujuan di tanah air.
Sejumlah jemaah mulai memanfaatkan fasilitas ini untuk mengirim barang lebih awal. Salah satunya, Ibu Jumarni, yang mengirim berbagai oleh-oleh untuk keluarga dengan berat sekitar 10 kilogram. Ia menyebut layanan ini membantu mempercepat pengiriman sehingga dirinya dapat lebih fokus menjalankan ibadah.
Jemaah lain, Ibu Megawati, juga memanfaatkan layanan serupa dengan mengirim sajadah, tasbih, hingga makanan ringan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar tidak terbebani saat perjalanan pulang ke Indonesia.
Baca Juga: PPIH Arab Saudi Gelar Rakor Armuzna, Pastikan Kesiapan Pelayanan Puncak Haji
“Iya. InsyaAllah, fokus ibadah nanti selesai ini kargonya,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Darwis menilai layanan kargo memberikan kemudahan signifikan bagi jemaah dalam mengatur barang bawaan. Ia menekankan adanya rasa aman bahwa barang akan sampai dengan baik ke tanah air, sekaligus membantu mengurangi beban selama perjalanan.
“Pertama bahwa masyarakat berpikir praktis, bagaimana mereka bisa menyesuaikan bawaan-bawaannya yang berat, sehingga ketika nanti pulang ke tanah air tidak terbebani dengan barang yang ada. Karena ini juga merupakan bagian dari kegembiraan jemaah dari Indonesia khususnya dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Darwis juga menyebut bahwa barang yang dikirim meliputi kurma serta pakaian khas dari Madinah yang tidak mudah ditemukan di daerah asalnya, seperti Sulawesi Selatan. Adapun total berat barang yang ia kirimkan mencapai sekitar 10 kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













