kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cadangan Devisa RI Diramal Terus Turun, Ini Alasannya


Sabtu, 13 April 2024 / 17:15 WIB
Cadangan Devisa RI Diramal Terus Turun, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (8/4). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/08/04/2019


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Posisi cadangan devisa Indonesia diperkirakan terus menurun, selama The Fed Bank Sentral Amerika Serikat belum memberikan kepastian mengenai waktu penurunan suku bunga acuannya.

Meski begitu The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya pada semester II 2024, atau tepatnya pada Juni mendatang.

Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan Global Markets dari Bank Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memperkirakan, pada Juni 2024 saat ada persiapan penurunan suku bunga The Fed, posisi cadangan devisa Indonesia akan berkisar US$ 138,7 miliar.

Akan tetapi, setelah The Fed memangkas suku bunga acuannya, bahkan sampai tiga kali, Myrdal memperkirakan, pemangkasan tersebut akan menciptakan capital inflow baik di pasar keuangan maupun sektor riil.

Baca Juga: ADB Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Asia Capai 4,9% Pada 2024

“Hal ini yang akan membuat cadangan Indonesia dapat mencapai US$ 151,5 miliar pada akhir tahun 2024,” tutur Myrdal kepada Kontan belum lama ini.

Adapun meskipun cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan, Ia melihat pada saat aksi jual marak, investor malah melakukan aksi ‘buy on dip’ atau membeli aset saat harga menurun dan berada di titik rendah.

Hal tersebut lanjutnya, didorong oleh kondisi fundamental Indonesia yang masih solid dengan imbal hasil tinggi, sehingga membuat aset investasi Indonesia terlihat masih menarik.

Ia juga melihat kondisi nilai tukar rupiah masih akan terjaga di level resistance Rp 15,962 per dollar AS, selama kondisi neraca dagang Indonesia masih surplus dan berada di level lebih dari US$ 600 juta per bulan.

Di samping itu, posisi defisit neraca transaksi berjalan diharapkan masih di bawah 1,5% terhadap PDB, serta fundamental pertumbuhan ekonomi masih terjaga di kisaran 5% dan inflasi juga masih di bawah 3,5% year on year (YoY).

Sebagai informasi, posisi cadangan devisa Indonesia pada Maret 2024 melanjutkan tren penurunan.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2024 mencapai US$ 140,4 miliar, menurun dibandingkan posisi pada akhir Februari 2024 sebesar US$ 144,0 miliar.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Capai 5,1% Kuartal I 2024, Berikut Penyumbangnya

Penurunan cadangan devisa pada Maret tersebut dinilai wajar, sebagai imbas dari langkah intervensi yang dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah.

Hal tersebut dilakukan Bank Indonesia di tengah aksi profit taking investor global di pasar emerging markets saat terdapat ketidakpastian dari prospek penurunan bunga dari The Fed, yang berimbas pada tren penguatan dolar AS secara global.

Sementara itu, Ia mencatat kondisi outflow di pasar Surat Berharga Negara (SBN) selama Maret 2024 sebesar Rp 26,47 triliun, dan kondisi pasar saham yang tercatat inflow sebesar US$ 505,61 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×