kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.729   21,00   0,12%
  • IDX 6.495   -30,50   -0,47%
  • KOMPAS100 847   -2,48   -0,29%
  • LQ45 641   -3,98   -0,62%
  • ISSI 228   -0,16   -0,07%
  • IDX30 358   -2,26   -0,63%
  • IDXHIDIV20 435   -2,10   -0,48%
  • IDX80 97   -0,41   -0,42%
  • IDXV30 121   -0,45   -0,37%
  • IDXQ30 113   -0,74   -0,65%

Bupati Biak jalani pemeriksaan perdana KPK


Rabu, 18 Juni 2014 / 10:28 WIB
ILUSTRASI. Daftar Makanan Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Lambung, Cek Cara Mengatasi Mual


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Biak Numfor, Papua Yesaya Sombuk dan Direktur PT Papua Indah Perkasa, Teddi Renyut, Rabu (18/6). Keduanya akan menjakani pemeriksaan perdana pasca ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan tanggul laut.

"Keduanya akan diperiksa sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Rabu pagi.

Keduanya tiba di Kantor KPK dalam waktu yang berbeda. Teddi tampak terlebih dahulu tiba pada sekitar pukul 9.30 WIB. Sementara selang lima menit kemudian, Yeseya juga tiba di depan lobi utama KPK. Keduanya masih bungkam ihwal kasus yang menjeratnya tersebut.

KPK menetapkan keduanya sebagai tersangka dalam kasus tersebut pada Selasa (17/6) malam. Penetapan keduanya menyusul operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK Senin (16/6) malam di Hotel Acacia di bilangan Matraman, Jakarta.

Yesaya diduga menerima suap dari Teddi sebesar S$ 100.000 secara bertahap. Uang tersebut diberikan sebagai ijon, agar perusahaan Teddi dapat mengerjakan proyek penanggulangan bencana tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×