kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bulog: Selama ini kami punya banyak 'bapak'


Senin, 02 Maret 2015 / 14:11 WIB
Bulog: Selama ini kami punya banyak 'bapak'
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo bersama Menhan Prabowo Subianto dan Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3/2023).


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Perum Bulog mengapresiasi berbagai kalangan pemangku kepentingan yang mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan lembaga ketahanan pangan sesuai amanat Undang-Undang (UU) No.18 Tahun 2012 tentang Pangan tersebut.

Direktur Pelayanan Publik Bulog, Lely Pritasari Subekti mengatakan, selama ini pihaknya cukup kewalahan dalam menangani sistem operasional yang dilakukan. "Bagi kami, sejak jadi Perum kami punya banyak "bapak"," kata Lely, akhir pekan lalu.

Dengan status yang diemban Bulog saat ini, Bulog menjadi tidak fokus. Pasalnya sebagai perum, Bulog harus mendapatkan untung. Tetapi, di sisi lain Bulog juga harus bertindak sebagai pelaksana PSO dari pemerintah.

Lembaga ketahanan pangan tersebut juga diharapkan kuat dari sisi anggaran. Kebijakan anggaran harus clear and clean. Dengan anggaran yang kuat maka pemerintah lebih power full dalam intervensi pasar. "Berapa kebijakan yang menjadi wilayah atau poin pemerintah untuk penguatan-penguatan," ujar Lely.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×