kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pemerintah masih kaji lembaga otoritas pangan


Rabu, 28 November 2012 / 16:47 WIB
ILUSTRASI. 4 Rekomendasi Skincare Pria Yang Harus Dicoba


Reporter: Fahriyadi | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah masih mengkaji pembentukan lembaga otoritas pangan. Sesuai amanat undang-undang, pembentukan lembaga itu paling lambat tiga tahun mendatang sejak Undang-Undang Pangan disahkan DPR pada akhir Oktober lalu.

Menteri Pertanian Suswono mengaku masih mengkaji undang-undang itu. Dia masih memilah-milah mana amanat yang diprioritaskan. "Intinya adalah lembaga ini dibawah presiden, sementara modelnya apakah Bulog di integrasikan di dalam lembaga itu atau tidak belum sampai pada kajian itu," jelasnya, Rabu (28/11).

Tenaga Ahli Bulog Agus Syaifullah mengatakan lembaga otoritas pangan ini bentuk dan fungsinya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. "Bentuknya bisa kementerian pangan atau kementerian setingkat Menko atau lembaga negera setingkat Kementerian, semuanya masih menunggu keputusan Presiden," ujar Agus.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mendesak pemerintah harus bergerak cepat dalam membentuk kelembagaan pangan ini. Menurutnya, Undang-Undang Pangan ini tidak bisa jalan tanpa lembaga pangan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×