kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Bujet stimulus ekonomi bisa dialihkan untuk cegah penyebaran corona lebih dulu


Selasa, 17 Maret 2020 / 20:24 WIB
Bujet stimulus ekonomi bisa dialihkan untuk cegah penyebaran corona lebih dulu
ILUSTRASI. Warga menggunakan jasa transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, Senin (16/03). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi operasional transportasi publik seperti bus Transjakarta, LRT, hingga MRT. Hal itu untuk mencegah penularan virus corona denga


Reporter: Abdul Basith | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha menilai kondisi kesehatan perlu diutamakan untuk mendorong ekonomi ke depan. Oleh karena itu, anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk stimulus kebijakan pertama di sektor pariwisata bisa dialihkan untuk upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Dus, penyebaran virus corona bisa segera diatasi. "Menurut saya, dana itu digunakan untuk penanggulangan kesehatan dan subsidi dalam konteks ketahanan ekonomi masyarakat," ujar Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (17/3).

Baca Juga: Gara-gara corona, pemerintah prediksi pertumbuhan ekonomi di bawah 5% pada semester I

Pasalnya stimulus tersebut dibuat sebelum adanya kasus positif Covid-19 di Indonesia. Ketika kondisi saat ini telah ada kasus positif Covid-19 dan stimulus tidak relevan lagi.

Penanggulangan Covid-19 yang telah menjadi bencana nasional harus komperhensif. Jaring pengaman bagi masyarakat pun harus disiapkan.

"Pemerintah harus melakukan langkah tegas daripada keadaan makin tidak menentu malah recovery makin lama dan berat," terang Anggawira.

Penanganan cepat juga harus dilakukan mengingat wilayah kepulauan Indonesia yang luas. Anggawira bilang, jangan sampai ketika kasus di Jakarta yang saat ini paling tinggi turun, di daerah lain baru menjadi wabah.

Sebagai informasi, saat ini telah ada 172 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dari angka tersebut sebanyak 5 kasus dinyatakan meninggal dan 9 kasus berhasil pulih.

Baca Juga: Jakarta miliki kasus positif corona terbanyak bisa tetapkan status tanggap darurat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×