kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

(BREAKING NEWS) Neraca dagang Januari 2020 alami defisit US$ 864 juta


Senin, 17 Februari 2020 / 11:41 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (24/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit di awal tahun ini sebesar US$ 0,86 miliar atau tepatnya US$ 864 juta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan di tahun ini, dibuka dengan catatan defisit yang terjadi di bulan Januari 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit di awal tahun ini sebesar US$ 0,86 miliar atau tepatnya US$ 864 juta.

"Meski mengalami defisit, ini masih lebih kecil bila dibandingkan defisit yang terjadi di Januari 2019 yang sebesar US$ 1,06 miliar," kata Kepala BPS Suhariyanto pada Senin (17/2) di Jakarta.

Baca Juga: Prediksi Kurs Rupiah: Terimbas Neraca Dagang dan Dampak Corona

Salah satu penyebab defisit neraca dagang adalah ekspor yang tercatat sebesar US$ 13,41 miliar atau yang menurun 7,16% secara bulanan dan turun 3,71% bila dibandingkan dengan nilai ekspor tahun sebelumnya.

Di tengah penurunan ekspor, juga terjadi juga penurunan impor sebesar 1,60% bila dibandingkan dengan Desember 2019 atau terkoreksi 4,78% bila dibandingkan dengan Januari tahun lalu. Meski begitu, nilai impor masih tercatat sebesar US$ 14,28 miliar di awal tahun ini.

Untuk selanjutnya, Suhariyanto berharap agar kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah untuk menekan defisit neraca perdagangan bisa diimplementasikan dengan baik.

Baca Juga: Rupiah menanti data neraca dagang Januari 2020

"Misalnya saja implementasi B30 bisa dan berbagai kebijakan lain bisa bergulir dengan mulus, sehingga tidak hanya defisitnya membaik, tetapi bisa berubah menjadi surplus," tandas Suhariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×