kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

BPS Ungkap Penyebab Ekspor Batubara, Besi dan Baja Turun Pada Juni 2024


Senin, 15 Juli 2024 / 15:20 WIB
BPS Ungkap Penyebab Ekspor Batubara, Besi dan Baja Turun Pada Juni 2024
ILUSTRASI. Ilustrasi. Ekspor batubara, besi dan baja tercatat mengalami penurunan pada Juni 2024, bila dibandingkan bulan sebelumnya.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekspor batubara, besi dan baja tercatat mengalami penurunan pada Juni 2024, bila dibandingkan bulan sebelumnya.

Ekspor batubara tercatat sebesar US$ 2,49 miliar, atau turun 0,36% dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 2,5 miliar. Sementara itu, ekspor besi dan baja tercatat sebesar US$ 2,1 miliar, atau turun 4,32% dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 2,2 miliar.

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, penyebab menurunnya ekspor batubara karena di beberapa negara tujuan ekspor seperti China yang sudah memasuki musim panas. Sehingga permintaan batubara menurun karena penggunaan sumber energi untuk penghangat menurun.

Biasanya, kata Amalia, memasuki musim panas, permintaan batubara memang relatif menurun, dan akan kembali meningkat saat musim dingin tiba.

Baca Juga: Ekonom Proyeksikan Neraca Perdagangan Juni 2024 Surplus US$ 3,85 Miliar

“Penyebab menurunnya ekspor batubara secara bulanan juga disebabkan menurunnya secara volume ataupun harga,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Senin (15/7).

Sementara itu, menurunnya ekspor besi dan baja disebabkan oleh menurunnya volume ekspor dan juga menurunnya harga.

“Kita tahu bahwa harga batu bara, besi dan baja, di internasional dalam tren menurun,” tambahnya.

Adapun berdasarkan komoditas, hanya ekspor crude palm oil (CPO) meningkat secara signifikan secara bulanan yakni mencapai US$ 2,18 miliar, atau meningkat 100,70% dari bulan sebelumnya.

Amalia menyebut, ketiga komoditas ini memberikan kontribusi sekitar 34,52% dari total ekspor non migas Indonesia pada Juni 2024.

Baca Juga: Ekspor Non Migas Indonesia ke China, AS, hingga Asean Turun pada Juni 2024

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×