kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

BPS Catat Nilai Tukar Petani Meningkat 0,22% Pada Maret 2025


Selasa, 08 April 2025 / 11:55 WIB
BPS Catat Nilai Tukar Petani Meningkat 0,22% Pada Maret 2025
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/nym. . Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2025 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2025 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M.Habibullah mengatakan, nilai NTP pada Maret 2025 meningkat 0,22% dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 123,45 pada Februari 2025 menjadi 123,72. 

Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan relatif petani secara umum karena harga yang diterima petani naik lebih tinggi dibandingkan harga yang dibayar.

"NTP Maret 2025 tercatat 123,72 atau naik 0,22% dibandingkan Februari 2025," ujar Habibullah dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (8/4).

Baca Juga: Harga Grosir Naik, Inflasi IHPB Maret 2025 Tembus 0,75%

Peningkatan NTP ini terjadi seiring dengan naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,51% menjadi 152,24, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga naik namun lebih rendah, yaitu 1,29% menjadi 123,05.

Peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani ini disumbang oleh komoditas kelapa sawit, bawang merah, gabah dan cabai rawit. 

Sementara peningkatan Indeks Harga Bayar Petani disumbang oleh komoditas tarif listrik, bawang merah, beras dan cabai rawit.

Kontribusi utama terhadap peningkatan NTP berasal dari subsektor Hortikultura, yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,89%, diikuti oleh Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,09% dan peternakan sebesar 0,46%.

Sementara itu, beberapa subsektor mengalami penurunan, seperti tanaman pangan yang mengalami penurunan 0,57%, serta perikanan sebesar 0,35%.

Baca Juga: Petani Sawit: Tarif Trump Berpotensi Meningkatkan Biaya Produksi Minyak Sawit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×