kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.498   -32,00   -0,18%
  • IDX 6.713   -146,20   -2,13%
  • KOMPAS100 893   -22,92   -2,50%
  • LQ45 657   -12,48   -1,86%
  • ISSI 242   -5,57   -2,25%
  • IDX30 371   -6,01   -1,59%
  • IDXHIDIV20 455   -6,43   -1,39%
  • IDX80 102   -2,19   -2,11%
  • IDXV30 130   -2,09   -1,59%
  • IDXQ30 119   -1,46   -1,21%

BPS Catat Nilai Tukar Petani Februari 2024 Naik 2,28%


Jumat, 01 Maret 2024 / 14:47 WIB
BPS Catat Nilai Tukar Petani Februari 2024 Naik 2,28%
ILUSTRASI. Petani memanen padi di Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/2). (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada Februari 2024 sebesar 120,97. 

Angka ini meningkat 2,28% dibandingkan NTP pada bulan sebelumnya yakni sebesar 118,27 pada Februari 2024.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah mengungkapkan bahwa peningkatan NTP pada Februari 2024 disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) naik sebesar 2,89% lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) sebesar 0,59%.

Baca Juga: Jumlah Kunjungan Wisman Capai 927.000 di Januari 2024, Tertinggi Dalam 4 Tahun

"Empat komoditas yang mempengaruhi kenaikan lt nasional adalah gabah, jagung, kelapa sawit dan karet," ujar Habibullah dalam Konferensi Pers, Jumat (1/3).

Habibullah mengatakan, peningkatan NTP tertinggi terdapat pada subsektor tanaman pangan yang tercatat 120,30 atau meningkat 3,57%, Holtikultura  tercatat 119,14 meningkat 1,49%, Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) tercatat 136,40% atau meningkat 1,55%, dan Peternakan tercatat 100,79 atau meningkat 0,29%.

Peningkatan NTP pada Februari 2024 ini juga diikuti oleh peningkatan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang mengalami kenaikan 2,74% yakni sebesar 123,32 dibandingkan Januari 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×