kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

BPLS: Lapindo kuras dana Minarak Rp 8 triliun


Kamis, 20 Juni 2013 / 19:44 WIB
ILUSTRASI. Soccer Football - Premier League - Norwich City v Liverpool - Carrow Road, Norwich, Britain - August 14, 2021 Liverpool's Mohamed Salah celebrates scoring their third goal. Action Images via Reuters/Peter Cziborra


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kepala Badan Penanggulan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Sunarso mengklaim, PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) telah menggelontorkan anggaran Rp 8 triliun untuk mengatasi semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo.

"Mereka (MLJ) sudah mengeluarkan Rp 8 triliun sejak pertama kali lumpur itu keluar," ujar Sunarso, Kamis (20/6). Kendati begitu, ia memastikan kewajiban MLJ untuk menangani masalah sosial di wilayah terdampak senilai Rp 3,8 triliun.

Dari jumlah dana yang digelontorkan tersebut, pihak MLJ masih belum melunasi kewajibannya sebesar Rp 783 miliar. Menurut Sunarso, MLJ menjanjikan  segera melunasinya. Ketika ditanya, apakah anggaran BPLS sama dengan yang dikeluarkan MLJ, Sunarso membantahnya.

Ia bilang, sejauh ini, pihak BPLS  bertanggung jawab pada area luar peta terdampak dengan nilai tanggungan Rp 3,6 triliun.

Pria yang masa jabatannya habis pada tahun 2017 ini bilang, anggaran APBN untuk BPLS pada tahun-tahun mendatang turun. Hal itu dikarenakan, tahun ini dan tahun depan proses jual beli tanah dan bangunan baik di dalam ataupun di luar peta terdampak bisa diselesaikan seluruhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×