kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

BPJS Ketenagakerjaan ingin berganti nama


Rabu, 28 September 2016 / 21:33 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Semenjak berganti nama dari Jamsostek, BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) kalah populer dengan BPJS Kesehatan. Hal ini dirasa menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat kepesertaan.

Irgan Chairul Mahfiz, anggota komisi XI DPR RI dalam rapat dengar pendapat dengan direksi BPJS Ketenagakerjaan pun bilang sebaiknya kembali ke nama yang lama. "Misalnya BP Jamsostek. Kan diundang-undang disebutnya juga badan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan. Masih sama kan," tuturnya.

Anggota komisi IX yang lain, Handayani mendorong, selain rebranding, BPJS Ketenagakerjaan diminta melakukan terobosan agar kepesertaan meningkat. "Di Malaysia saja puluham ribu triliun. Masak kita hanya ratusan triliun," kata Handayani.

Selain itu ia juga kecewa lantaran menurutnya jumlah perusahaan yang menjadi peserta hanya sekitar 348.000 perusahaan. "Ini kan amanat undang-undang. BpJS TK harus bertindak agar jumlah perusahaan yang ikut program ini juga bertambah," tandasnya.

Sementara itu, direktur utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengaku sedang melakukan survei apakah akan menggunakan nama BPJSTK atau BP Jamsostek.


Kurang Populer BPJS Ketenagakerjaan Wacanakan Ganti Nama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×