kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.098   -23,40   -0,38%
  • KOMPAS100 790   -3,70   -0,47%
  • LQ45 605   -3,07   -0,50%
  • ISSI 212   -0,25   -0,12%
  • IDX30 335   -2,03   -0,60%
  • IDXHIDIV20 427   0,08   0,02%
  • IDX80 90   -0,41   -0,45%
  • IDXV30 115   0,19   0,17%
  • IDXQ30 109   -0,21   -0,19%

BPJS Ketenagakerjaan ingin berganti nama


Rabu, 28 September 2016 / 21:33 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Semenjak berganti nama dari Jamsostek, BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) kalah populer dengan BPJS Kesehatan. Hal ini dirasa menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat kepesertaan.

Irgan Chairul Mahfiz, anggota komisi XI DPR RI dalam rapat dengar pendapat dengan direksi BPJS Ketenagakerjaan pun bilang sebaiknya kembali ke nama yang lama. "Misalnya BP Jamsostek. Kan diundang-undang disebutnya juga badan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan. Masih sama kan," tuturnya.

Anggota komisi IX yang lain, Handayani mendorong, selain rebranding, BPJS Ketenagakerjaan diminta melakukan terobosan agar kepesertaan meningkat. "Di Malaysia saja puluham ribu triliun. Masak kita hanya ratusan triliun," kata Handayani.

Selain itu ia juga kecewa lantaran menurutnya jumlah perusahaan yang menjadi peserta hanya sekitar 348.000 perusahaan. "Ini kan amanat undang-undang. BpJS TK harus bertindak agar jumlah perusahaan yang ikut program ini juga bertambah," tandasnya.

Sementara itu, direktur utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengaku sedang melakukan survei apakah akan menggunakan nama BPJSTK atau BP Jamsostek.


Kurang Populer BPJS Ketenagakerjaan Wacanakan Ganti Nama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×