kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.744   5,00   0,03%
  • IDX 6.231   69,16   1,12%
  • KOMPAS100 825   12,33   1,52%
  • LQ45 634   13,56   2,19%
  • ISSI 219   0,61   0,28%
  • IDX30 362   7,71   2,17%
  • IDXHIDIV20 447   10,23   2,34%
  • IDX80 95   1,50   1,60%
  • IDXV30 123   1,57   1,29%
  • IDXQ30 117   2,65   2,32%

Boediono: Investasi dan infrastruktur tidak otomatis pangkas kemiskinan


Senin, 29 November 2010 / 17:07 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank Mandiri


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Investasi dan pembangunan infrastruktur kerapkali dipandang bisa mengatasi kemiskinan. Namun, Wakil Presiden Boediono menilai kedua hal itu tidak bisa menjamin pengentasan kemiskinan.

Menurut Boediono, perlu suatu program pengentasan kemiskinan yang nyata selain upaya menarik investasi dan membangun infrastruktur. Program pengentasan kemiskinan itu seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, program keluarga harapan, dan kredit usaha rakyat. Selain itu, ada juga bantuan operasional sekolah dan jaminan kesehatan masyarakat.

Boediono mengatakan, program penanggulangan kemiskinan itu melibatkan kerjasama pemerintah pusat dan daerah. "Program inilah yang sebenarnya menjadi fokus dari kerjasama kami," ujarnya saat membuka rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di Istana Wapres, Senin (29/11).

Cuma, Boediono mengatakan, pemerintah daerah harus menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Dia berharap, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan program-program pemerintah pusat. "Masing-masing daerah punya ruang untuk berinisiatif program apa yang diandalkan beriringan dengan program nasional tadi," kata mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×