kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Boediono: Investasi dan infrastruktur tidak otomatis pangkas kemiskinan


Senin, 29 November 2010 / 17:07 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank Mandiri


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Investasi dan pembangunan infrastruktur kerapkali dipandang bisa mengatasi kemiskinan. Namun, Wakil Presiden Boediono menilai kedua hal itu tidak bisa menjamin pengentasan kemiskinan.

Menurut Boediono, perlu suatu program pengentasan kemiskinan yang nyata selain upaya menarik investasi dan membangun infrastruktur. Program pengentasan kemiskinan itu seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, program keluarga harapan, dan kredit usaha rakyat. Selain itu, ada juga bantuan operasional sekolah dan jaminan kesehatan masyarakat.

Boediono mengatakan, program penanggulangan kemiskinan itu melibatkan kerjasama pemerintah pusat dan daerah. "Program inilah yang sebenarnya menjadi fokus dari kerjasama kami," ujarnya saat membuka rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di Istana Wapres, Senin (29/11).

Cuma, Boediono mengatakan, pemerintah daerah harus menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Dia berharap, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan program-program pemerintah pusat. "Masing-masing daerah punya ruang untuk berinisiatif program apa yang diandalkan beriringan dengan program nasional tadi," kata mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×