kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

BNPT: Dalang kekerasan di Papua kelompok separatis


Senin, 25 Juni 2012 / 15:04 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/5/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menuding aksi kekerasan yang terjadi di Papua bukan hasil perbuatan kelompok terorisme. Kepala BNPT Ansyaad Mbai menyatakan, pelaku aksi kekerasan itu adalah kelompok separatis.

Menurutnya, aksi tersebut murni dilakukan oleh oknum gerakan separatis dalam negeri yang memiliki motif politik dan motif kekerasan. Ansyaad menyatakan, kelompok separatis bersenjata ini berkembang di Timika, Puncak Jaya serta Papua Barat,

Kendati sudah mengetahui pergerakan dan peranan kelompok separatis ini, BNPT belum melakukan operasi penanggulangan terorisme. "Tapi personil BNPT sudah banyak bergabung dengan satuan tugas Mabes Polri," kata Ansyaad, Senin (25/6).

Ansyaad beralasan pihaknya berhati-hati dalam menangani kasus kekerasan di Papua ini. Menurutnya, pemerintah tak ingin terjadi pelanggaran hak asasi manusia dalam penanganan kasus tersebut.

Karena itu, lanjut Ansyaad, pihaknya mendorong pemerintah menyelesaikan konflik atar warga ini dengan dialog. Selama dialog, dia berharap pemerintah mengurangi jumlah tentara nasional Indonesia (TNI) serta anggota kepolisian secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×