kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

BNI Sekuritas Perkirakan Inflasi Desember 2022 Capai 0,51%, Ini Pemicunya


Kamis, 29 Desember 2022 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution meramal inflasi pada Desember 2022 akan mencapai 0,51% secara bulanan. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution meramal inflasi pada Desember 2022 akan mencapai 0,51% secara bulanan. Sementara, inflasi tahunan berada pada angka 5,36%, atau sedikit lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 5,42%.

Damhuri mengatakan, kenaikan inflasi secara bulanan tersebut terutama dipicu oleh faktor musiman. Pertama, musim tanam yang biasanya jatuh pada bulan Desember hingga Januari pada setiap tahunnya. Ini menyebabkan produksi tanaman bahkan mananan menurun, sehingga mendorong harga atau inflasi kelompok bahan makanan mengalami kenaikan yang signifikan.

"Kenaikan inflasi bulanan dari 0,09% pada bulan November terutama dipicu oleh faktor musiman," kata Damhuri kepada Kontan.co.id, Selasa (27/12).

Baca Juga: Ada Faktor Nataru, Bank Mandiri Perkirakan Inflasi Desember 2022 Capai 0,55%

Kedua, Damhuri bilang, adanya libur akhir tahun hingga tahun baru akan mendorong permintaan terhadap jasa transportasi seperti tiket pesawat yang mengalami kenaikan yang signifikan. Akibatnya, inflasi kelompok pengeluaran transportasi mengalami kenaikan yang signiifikan pula.

"Sejalan dengan kenaikan kelompok transportasi, jasa akomodasi juga mengalami kenaikan," kata Damhuri.

Sekadar mengingatkan, inflasi pada November 2022 tercatat rendah yakni 0,09% secara bulanan, meskipun lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,11%. Sementara, secara tahunan tercatat 5,42%, lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 5,71%.

Perkembangan positif inflasi ini tidak terlepas dari pengaruh sinergi kebijakan yang makin erat antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Bank Indonesia, serta berbagai mitra strategis lainnya melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dalam menurunkan laju inflasi, termasuk mengendalikan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×