kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BKPM genjot investasi dari Australia dan Amerika


Minggu, 09 Agustus 2015 / 15:47 WIB
BKPM genjot investasi dari Australia dan Amerika


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bertekad menggaet lebih banyak lagi investor asal Australia, Amerika, dan Inggris yang menanamkan modalnya di Indonesia.

“Pada semester kedua 2015 ini kami akan menambah negara yang menjadi fokus kita yakni Australia, Inggris, dan Amerika,” ungkap Kepala BKPM, Franky Sibarani kepada KONTAN, Minggu (9/8).

BKPM telah menyiapkan langkah awal untuk menarik minat investor dari tiga negara ini. Antara lain dengan menggelar forum bisnis pada Agustus di Sydney dan Melbourne, Australia.

Lalu pertemuan serupa juga akan digelar pada September di Milan dan London Inggris serta di Amerika pada Oktober.

BKPM melirik tiga negara ini karena masih memiliki minat investasi yang tinggi. Menurut Franky, Amerika masih ada stock net izin prinsip senilai US$ 23 miliar, Inggris US$ 1,7 miliar, dan Australia sebesar US$ 6,8 miliar.

“Walaupun nilai izin prinsip Inggris relatif kecil namun Inggris banyak membuat kebijakan untuk Eropa, sama dengan Australia,” tutur Franky.

Sekedar informasi, pada semester pertama, BKPM telah memfokuskan lima negara asal investor, yakni Jepang, Taiwan, China, Singapura, dan Korea Selatan.

Dengan menambahkan tiga negara lagi, BKPM optimistis bisa melebihi target realisasi izin prinsip pada semester kedua senilai Rp 519 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×