kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BIN kantongi nama yang terlibat kartel perikanan


Jumat, 14 Juli 2017 / 20:15 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Deputi VI Bidang Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara ( BIN) Sundawan Salya mengatakan, BIN telah mengantongi nama-nama pihak yang terlibat kartel perikanan.

Hal ini seperti yang disampaikan Kepala BIN Budi Gunawan saat memberikan sambutan pada acara Halaqah Nasional Alim Ulama di Jakarta, Kamis (13/7) kemarin.

Budi menyebutkan, ada kekuatan kartel yang ingin menggeser Susi Pudjiastuti dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Dengan Pak Kepala menyatakan tentunya Beliau punya," ujar Sundawan, saat ditanya wartawan seusai bertemu Masyarakat Perikanan Nusantara, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (14/7).

Namun, ia tak bisa membeberkan nama-nama tersebut karena termasuk dalam proses kerja BIN.

Saat ditanya mengapa baru sekarang disuarakan keberadaan kartel tersebut, Sundawan mengatakan, merupakan bagian dari trigger mechanism.

"Gini, kan ada sebuah proses ya. Proses itu kan by trigger. Mungkin trigger-nya kemarin. Oleh karena itu Bapak Kepala sampaikan. Hati-hati, gitu lho. Jangan sampai menjadi korban semua," papar Sundawan.

Ia mengatakan, beberapa demonstrasi yang belakangan muncul menggugat kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti jangan sampai mengadu domba pemerintah dan nelayan.

"Demonstrasi saya kira suatu hal yang normatif. Tapi kalau demonstrasi ini ditunggangi dalam tanda kutip, kan sayang Beliau-beliau (nelayan dan pengusaha) ini. Kasihan," kata Sundawan.

"Kami konsisten, commit terhadap nelayan yang merupakan bagian dari kita juga. Tidak boleh tidak. Kami harus commit di situ," lanjut dia.

Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan mengatakan, ekonomi Indonesia saat ini dikuasai oleh kartel pangan dan energi.

Menurut Budi, kartel ini sulit diberantas karena memiliki jaringan yang sangat luas.

Ia menyebutkan, kartel tersebut saat ini tengah berusaha menggoyang Susi Pudjiastuti dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan. Misi ini dilancarkan karena bisnis mereka terganggu dengan kinerja Susi.

"Bu Susi sekarang sedang mengalami serangan balik yang sangat kuat, demo nelayan dan sebagainya," kata Budi Gunawan, saat menjadi pembicara dalam Halaqah Nasional Alim Ulama se-Indonesia di Jakarta, Kamis (13/7).

"Kekuatan ini lah yang bermain untuk Ibu Susi diganti," tambah Budi. (Rakhmat Nur Hakim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×