kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.540   10,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Bill Gates Belum Akan Terlibat dengan Program Makan Siang Gratis


Rabu, 07 Mei 2025 / 18:55 WIB
Bill Gates Belum Akan Terlibat dengan Program Makan Siang Gratis
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pendiri Microsoft sekaligus pendiri Gates Foundation, Bill Gates, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/5/2025).


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam kunjungan ke Indonesia, Bill Gates sudah melihat langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Kendati begitu, Bill Gates dan Gates Foundation belum memastikan akan terlibat dalam program tersebut.

“Kami belum terlibat dengan program makan bergizi gratis, baik dalam desain maupun implementasi, atau untuk memberikan saran apapun saat ini,” kata Hari Menon, Director South & Southeast Asia Gates Foundation, di Jakarta, Rabu (7/5).

Menon menyebut, Gates Foundation biasanya tidak langsung melibatkan diri di program suatu yang telah berjalan. Biasanya, yayasan filantropi ini akan melihat dulu apa yang dilakukan pemerintah.

Kendati begitu, Gates Foundation juga tidak menutup kemungkinan akan melibatkan diri. “Jika ada kecocokan, kami akan terlibat,” tegas Menon.

Baca Juga: Mengatasi Stunting, DPUM Siapkan Ikan Berkualitas untuk Program Makan Bergizi Gratis

Selama ini, Gates Foundation akan melibatkan diri dalam program-program yang memang jadi fokus yayasan ini. “Kami melihat di mana kami memiliki pengalaman, keahlian, solusi berharga yang dapat memberikan kontribusi,” imbuh Menon.

Menon mengakui, kekurangan gizi pada anak termasuk salah satu yang jadi fokus perhatian Gates Foundation. Selama 25 tahun terakhir, yayasan ini menggunakan waktu dan sumber daya untuk memahami pemicu kekurangan gizi demi keselamatan anak-anak.

Gates Foundation juga mencermati isu kesehatan ibu, yang bisa mempengaruhi anak lahir premature atau berat badan rendah, sehingga tumbuh kembang anak tidak sempurna. “Jika ada cara menggunakan itu guna mendukung kemitraan dengan Indonesia, kami pasti akan menjajakinya,” tegas Menon.

Baca Juga: Realisasi Belanja Program Makan Bergizi Gratis Sudah Rp 710,5 Miliar

Gates Foundation juga belum melakukan diskusi dengan pemerintah seputar dukungan terhadap program-program pemerintah, termasuk MBG.

Salah satu yang diungkap Bill Gates dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini adalah soal pengembangan vaksin tuberkulosis (TBC), dan keinginannya menjadikan Indonesia sebagai tempat ujicoba vaksin tersebut.

Menon menyebut, Gates Foundation berkomitmen membantu pemerintah Indonesia dalam hal penanganan TBC, termasuk dalam hal diagnosa. “Kami benar-benar mendukung pemerintah untuk membantu mengidentifikasi diagnos yang tepat,” sebut Menon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×