kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

BI yakin defisit neraca Indonesia makin berkurang


Kamis, 13 Maret 2014 / 13:47 WIB
ILUSTRASI. Sebelum Beli Tiket, Begini Syarat ke Singapura Terbaru yang Perlu Anda Lengkapi


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D Martowadojo mengatakan, BI optimistis defisit transaksi neraca berjalan atau current account deficit (cad) pada tahun 2014 ini di kisaran 2,5 persen. Agus yakin, kebijakan pemerintah dan BI dapat membawa defisit tersebut lebih sempit di tahun ini.

"Jadi saya merasa kalau masih ada pandangan current account deficit masih di kisaran 3 persen dan bukan 2,5 persen, ini harus merupakan komitmen (masukan) buat kita untuk perbaiki kinerja," kata Agus di Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Selain memperkirakan defisit neraca berjalan di kisaran 2,5 persen, BI memprediksikan indeks harga konsumen (inflasi) tahun ini akan berada di kisaran 4,5 persen plus minus 1 persen. Agus juga mengatakan, perekonomian Indonesia tahun ini semakin sehat. Ini didorong dengan kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan.

Sepanjang tahun lalu perekonomian Indonesia mengalami turbulensi akibat perekonomian global, yang menyeret perlambatan ekonomo China, partner pasar terbesar Indonesia. Namun demikian, kuartal terakhir tahun lalu perekonomian sudah lebih baik. "BI akan meneruskan agar perekonomian Indonesia makin sehat," kata Agus.

Meskipun pada Januari lalu neraca perdagangan sedikit mengalami penurunan, namun pasar keuangan dan pasar modal Indonesia diperkirakan semakin baik. Indikasinya kata Agus, dengan semakin banyaknya modal asing langsung yang masuk ke Indonesia.

Ini, kata dia juga mencerminkan bahwa internasional masih memandang positif pasar keuangan dan pasar modal di Indonesia. Sementara itu, lembaga pemeringkat FitchRatings menyebutkan, cad Indonesia tahun ini bakal mencapai 3,1 persen, jauh lebih tinggi dibanding taksiran BI. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×