kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Chatib bicara soal ancaman defisit perdagangan


Selasa, 11 Maret 2014 / 18:48 WIB
ILUSTRASI. Tips memilih anggrek yang tepat dan sehat.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Rapor biru neraca dagang yang mengalami surplus pada periode terakhir 2013 tampaknya sulit berlanjut tahun ini.

Menteri Keuangan Chatib Basri menilai, neraca dagang pada Februari dan Maret berpotensi kembali defisit. Meskipun begitu, defisit yang terjadi akan cenderung lemah alias kecil.

Hal tersebut disebabkan oleh penurunan aktivitas ekspor. Alhasil, defisit neraca dagang awal tahun ini bisa mencapai US$ 430,6 juta.

Bahkan, kata Chatib, defisit neraca dagang bisa kembali tinggi pada triwulan II nanti. "Karena impor barang modal," ujar Chatib, Senin (10/3).

Karena itu, kondisi neraca perdagangan Indonesia harus terus diawasi. Reformasi struktural perlu berlanjut agar current account deficit atawa defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun bisa turun 2,5% dari PDB. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×