kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.977   85,00   0,48%
  • IDX 6.002   -99,13   -1,62%
  • KOMPAS100 781   -14,41   -1,81%
  • LQ45 590   -8,67   -1,45%
  • ISSI 208   -4,12   -1,95%
  • IDX30 333   -4,54   -1,34%
  • IDXHIDIV20 408   -4,92   -1,19%
  • IDX80 89   -1,67   -1,85%
  • IDXV30 110   -0,94   -0,84%
  • IDXQ30 107   -1,18   -1,10%

BI turunkan ramalan pertumbuhan ekonomi Indonesia


Jumat, 12 April 2013 / 17:31 WIB
ILUSTRASI. Nelayan memindahkan ikan laut hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta,


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Melihat kondisi perekonomian Indonesia saat ini, Bank Indonesia (BI) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Ada kecenderungan pertumbuhannya menurun, sehingga kita revisi ke bawah,” ucap Asisten Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat, (12/4).
 
Sebelumnya, BI menargetkan ekonomi Indonesia tahun ini mampu tumbuh antara 6,3% hingga 6,7%. Namun, saat ini, bank sentral menurunkan prediksinya sebesar 0,1% menjadi kisaran 6,2% sampai 6,6%.
 
Tidak hanya tahun ini, BI juga merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan. Awalnya, BI memperkirakan ekonomi mampu tumbuh antara 6,7% sampai 7,2%. Ini lalu diturunkan menjadi kisaran 6,6% hingga 7%.
 
Perry memberi alasan, perevisian ke bawah persentase pertumbuhan ekonomi ini merupakan dampak faktor eksternal. Sehingga, menyebabkan adanya risiko ekonomi di dalam negeri.
 
Ia mengatakan, ada dua alasan yang mendasari hal tersebut. Pertama adalah karena outlook ekonomi global tidak sekuat yang dulu. Kedua, yaitu pertumbuhan kuartal keempat tahun lalu tidak setinggi tahun sebelumnya. “Terjadi tingkat penurunan yang lebih dalam,” sebut Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×