kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BI sebut nilai transaksi e-commerce sepanjang 2019 meningkat drastis


Selasa, 11 Februari 2020 / 16:32 WIB
BI sebut nilai transaksi e-commerce sepanjang 2019 meningkat drastis
ILUSTRASI. Euforia festival belanja online tidak hanya dirasakan oleh pelaku jual beli online, tetapi juga J&T Express sebagai jasa pengiriman yang fokus pada bisnis e-commerce di Indonesia.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kegemaran masyarakat dalam berbelanja online rupanya semakin meningkat. Bank Indonesia (BI) mengestimasi jumlah nilai transaksi di 14 e-commerce terbesar Indonesia mencapai Rp 265,07 triliun di sepanjang tahun 2019.

Jumlah nilai transaksi ini meningkat pesat dari nilai transaksi di keseluruhan tahun 2017 yang sebesar Rp 80,82 triliun dan keseluruhan nilai transaksi di sepanjang tahun 2018 yang mencapai Rp 145,95 triliun.

Baca Juga: Kantor e-commerce Rakuten digerebek oleh pejabat anti monopoli Jepang

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Statistika BI Yati Kurniati, data tersebut sudah mencakup semua transaksi barang lewat 14 e-commerce besar tersebut, bahkan termasuk barang yang didatangkan dari luar negeri (impor).

Namun, BI mengaku bahwa hingga saat ini masih menemui kesulitan dalam memisahkan transaksi pembelian produk domestik dan transaksi pembelian barang impor lewat e-commerce.

Baca Juga: Sektor Ritel dalam Ancaman Daya Beli Masyarakat yang Melemah

“Sulit karena merchant umumnya tidak mengisi flag apalah barang yang ditransaksikan merupakan barang impor atau bukan,” terang Yati kepada Kontan.co.id, Senin (10/2).

Selain itu, ini juga diperlukan identifikasi apakah merchant mendapat barang impor yang didagangkan langsung dari importir atau sudah melalui pedagang-pedagang sebelumnya.

Baca Juga: Gara-gara virus corona, bisnis pengiriman kargo udara ke China turun sampai 40%

Namun, Yati menambahkan bahwa bila yang mengimpor adalah langsung dari e-commerce yang bersangkutan, maka data lebih mudah untuk dihimpun karena biasanya para e-commerce sudah memberikan keterangan tambahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×